DetikNews
Selasa 21 Mar 2017, 09:50 WIB

Diperiksa Jaksa, Eks Presiden Korsel Minta Maaf ke Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Diperiksa Jaksa, Eks Presiden Korsel Minta Maaf ke Publik Park Geun-Hye saat memberikan pernyataan ke media sebelum diperiksa jaksa (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul - Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksa terkait skandal korupsi yang menyeretnya. Di depan media yang menunggunya, Park meminta maaf kepada seluruh rakyat Korsel.

Saat mobil sedan warna hitam yang membawa Park memasuki halaman kantor jaksa Seoul, kamera televisi dan lensa wartawan langsung menyorotnya. Mobil yang ditumpangi Park dikawal oleh kepolisian setempat. Park mengenakan setelan warna biru tua dengan sepatu abu-abu.

Park Geun-Hye saat memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksaPark Geun-Hye saat memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksa Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Raut wajah Park terlihat serius saat memberikan pernyataan singkat kepada wartawan di luar kantor jaksa.

"Saya meminta maaf kepada rakyat. Saya akan dengan sepenuhnya bekerja sama dalam pemeriksaan ini," ucap Park di depan para wartawan yang menunggu di luar kantor jaksa Seoul, seperti dilansir Reuters, Selasa (21/3/2017).

Baca juga: Tinggalkan 9 Anjing di Istana Kepresidenan, Park Geun-Hye Digugat

Pernyataan Park (65) ini merupakan komentar pertamanya kepada publik semenjak dia resmi dimakzulkan pada 10 Maret lalu. Mahkamah Konstitusi Korsel memperkuat hasil voting parlemen pada Desember 2016 lalu yang sepakat memakzulkan Park.

Park yang mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi Presiden Korsel ini, juga mencatat rekor sebagai presiden pertama yang dimakzulkan setelah terpilih secara demokratis. Jika tidak dimakzulkan, Park masih harus menjalankan masa jabatannya hingga Februari 2018 mendatang.

Park Geun-Hye saat memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksaPark Geun-Hye saat memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksa Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Bersama teman dekatnya, Choi Soon-Sil, Park dituding berkolusi dalam menekan perusahaan-perusahaan besar Korsel untuk memberikan 'donasi' pada dua yayasan milik Choi yang didirikan untuk mendukung kebijakan Park. Berulang kali Park menyangkal tudingan terhadapnya.

Setelah resmi dimakzulkan, Park kehilangan kekebalan eksekutifnya dan kini bisa diadili atas kasus pidana. Park terancam hukuman lebih dari 10 tahun penjara jika dia dinyatakan bersalah menerima suap dari pengusaha konglomerat Korsel, seperti yang dituduhkan padanya.

Baca juga: Tak Akui Kesalahan Usai Dimakzulkan, Park Geun-Hye Dikritik

Seara terpisah, seorang pejabat kejaksaan setempat menyebut pemeriksaan Park mungkin akan berlangsung hingga malam hari. Dalam pemeriksaan yang pertama ini, Park akan dimintai keterangan terkait skandal korupsi yang menyeretnya.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed