Seperti dilansir AFP, Kamis (16/3/2017), dua pria ditemukan tewas kedinginan di dalam sebuah mobil yang tertimbun salju tebal di pinggiran Kota Quebec. Tidak diketahui berapa lama keduanya terjebak salju sebelum ditemukan tewas.
Namun salah satu korban diketahui menghubungi layanan darurat untuk meminta bantuan pada Selasa (14/3) tengah malam waktu setempat. Tapi petugas penyelamat yang mengendarai snowmobile, kendaraan khusus salju, gagal mencapai lokasi tepat waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua korban lainnya tewas dalam tabrakan di jalanan licin setempat. Kecelakaan ini terjadi saat hujan salju yang turun dengan lebat semakin memperburuk jarak pandang. Satu lagi korban tewas merupakan seorang pria berusia 58 tahun yang tewas usai tertabrak kendaraan pembersih salju.
Kantor prakiraan cuaca Departemen Lingkungan Kanada melaporkan, salju setebal 70 cm menyelimuti sebagian wilayah Ontario, Quebec dan wilayah pantai timur Kanada.
Otoritas setempat melaporkan, angin bergerak dengan kecepatan hingga 100-140 kilometer per jam. Hal ini memicu timbunan salju tebal yang membuat lebih dari 300 kendaraan terjebak di tengah salju selama nyaris 12 jam di Montreal dan memicu beberapa tabrakan beruntun.
Baca juga: Badai Salju di AS Bagian Timur Tewaskan 5 Orang
Jalanan utama antara Toronto dan Montreal terpaksa ditutup setelah 30 kendaraan terlibat tabrakan beruntun pada Selasa (14/3) waktu setempat. Seorang sopir truk yang terguling dalam kecelakaan itu, tewas. Truk itu membawa asam fluorida yang berbahaya. Beberapa orang sempat dirawat di rumah sakit karena dikhawatirkan terpapar zat kimia beracun itu.
Sementara itu, nyaris 70 ribu rumah warga tidak mendapat aliran listrik akibat badai salju ini. Perlengkapan untuk membersihkan salju yang disiapkan otoritas setempat, tidak mampu menangani seluruh wilayah yang tertimbun salju tebal. Petugas pemadam kebakaran setempat ikut turun tangan membantu menyelamatkan orang-orang yang terjebak salju.
(nvc/ita)











































