DetikNews
Selasa 14 Mar 2017, 16:33 WIB

Jaksa Akan Periksa Eks Presiden Korsel Sebagai Tersangka Korupsi

Novi Christiastuti - detikNews
Jaksa Akan Periksa Eks Presiden Korsel Sebagai Tersangka Korupsi Park Geun-Hye (Kim Hyun-tae/Yonhap via REUTERS)
Seoul - Jaksa Korea Selatan (Korsel) akan memanggil mantan presiden Park Geun-Hye untuk diinterogasi terkait skandal korupsi. Jaksa menyebut Park untuk pertama kalinya akan diperiksa sebagai seorang tersangka dalam kasus ini.

Park yang mencetak sejarah sebagai Presiden Korsel pertama yang terpilih secara demokratis dan dimakzulkan ini, telah kehilangan kekebalan hukum yang sebelumnya dimilikinya. Jaksa telah menyebut Park sebagai 'antek' dari teman dekatnya, Choi Soon-Sil, yang menjadi pusat skandal korupsi ini.

"Kami akan memutuskan pada Rabu (15/3) soal kapan akan memanggil mantan Presiden Park dan memberitahunya," ujar juru bicara Kantor Jaksa Distrik Seoul Pusat kepada AFP, Selasa (14/3/2017).

Baca juga: Tak Akui Kesalahan Usai Dimakzulkan, Park Geun-Hye Dikritik

Namun kantor jaksa Seoul belum memutuskan apakah Park akan dipanggil secara privat ke kantor jaksa, atau dipanggil secara publik dengan melibatkan kamera televisi dan lensa fotografer yang akan menyorotnya.

Pekan lalu, Mahkamah Konstitusi Korsel memutuskan untuk secara resmi memakzulkan Park yang menjabat Presiden Korsel sejak Februari 2013. Putusan mahkamah tertinggi di Korsel itu memperkuat hasil voting pemakzulan Park di parlemen Korsel yang digelar Desember 2016.

Semasa masih aktif menjabat Presiden Korsel, Park terus menolak upaya jaksa untuk memanggil dan menginterogasinya. Meskipun jaksa melayangkan surat pemanggilan beberapa kali, Park tetap menghindar. Sama seperti saat Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pengkajian pemakzulan, Park yang diminta untuk hadir dalam sidang, tidak pernah muncul.

Baca juga: Jaksa Sebut Presiden Korsel Terima Suap dari Samsung Group

Dalam skandal ini, Park bersama Choi diduga berkolusi dalam menekan perusahaan-perusahaan konglomerat Korsel untuk memberikan 'donasi' kepada dua yayasan milik Choi. Besaran 'donasi' yang dilaporkan mencapai US$ 70 juta (Rp 935 miliar) itu diduga digunakan untuk keuntungan pribadi Choi.

Sedangkan Park dituding menawarkan 'bantuan kebijakan' kepada para pengusaha konglomerat yang memberi 'donasi' kepada Choi. Salah satunya diketahui sebagai ahli waris Samsung Group, Lee Jae-Yong, yang telah ditahan dan didakwa pasal penyuapan dan penggelapan. Baik Lee maupun Samsung Group telah membantah dakwaan itu.

Kini, Park tinggal di kediaman pribadinya di kawasan kelas atas Gangnam, Seoul usai keluar dari istana kepresidenan 'Blue House' pada Minggu (12/3) malam. Ratusan pendukung setia Park menggelar aksi 'sit-in' dan bersumpah 'akan melindungi presiden' dari apapun. Bentrokan diprediksi akan terjadi, jika nantinya jaksa menyampaikan surat pemanggilan atau bersikeras menjemput Park dari kediamannya untuk memeriksanya.


(nvc/nwk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed