DetikNews
Jumat 10 Mar 2017, 15:32 WIB

Komentari Pemakzulan, Korut Sebut Presiden Korsel 'Penjahat'

Novi Christiastuti - detikNews
Komentari Pemakzulan, Korut Sebut Presiden Korsel Penjahat Park Geun-Hye (REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo)
Pyongyang - Otoritas Korea Utara (Korut) mengomentari pemakzulan Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye. Korut menyebut Park selanjutnya akan diselidiki sebagai 'penjahat biasa' dalam skandal korupsi yang menyeretnya.

"Dia (Park) masih memiliki sisa waktu setahun lagi sebagai 'presiden', tapi sekarang dia dilengserkan, dia akan diselidiki sebagai penjahat biasa," demikian pernyataan otoritas Korut melalui kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) seperti dilansir Reuters, Jumat (10/3/2017). Jika tidak dimakzulkan, Park akan melanjutkan masa jabatannya selama 5 tahun yang baru akan berakhir Februari 2018.

Dalam artikel singkatnya, KCNA membahas soal pemakzulan Park (65) yang diputuskan secara bulat oleh delapan hakim Mahkamah Konstitusional Korsel. Korut selalu mengomentari setiap isu yang ramai di Korsel, yang merupakan negara tetangganya, namun juga musuh abadinya.

Baca juga: Presiden Korsel Dimakzulkan karena Temannya Campuri Urusan Negara

Reuters menyebut, artikel KCNA ini tergolong cepat dirilis karena biasanya Korut baru berkomentar atas isu internasional, beberapa hari kemudian. KCNA dikelola langsung oleh otoritas Korut yang sangat terisolasi.

Setelah dimakzulkan, Park tidak lagi memiliki kekebalan hukum yang melekat padanya selama dia menjabat Presiden Korsel. Dengan demikian, kini Park bisa dijerat dakwaan pidana dan diadili, bahkan dijebloskan ke penjara. Terlebih, jaksa Korsel telah menyebut Park terlibat sebagai 'kaki tangan' dalam dua kasus terpisah terkait skandal korupsi yang menjeratnya.

Park dituding berkolusi dengan teman dekat dan orang kepercayaannya, Choi Soon-Sil, serta mantan ajudan kepresidenan dalam menekan perusahaan-perusahaan besar Korut untuk memberikan 'donasi' pada dua yayasan yang didirikan demi keperluan mendukung kebijakannya. Baik Choi maupun mantan ajudan kepresidenan Park telah mulai disidang terkait dakwaan penyalahgunaan wewenang dan penipuan.

Baca juga: Warga Korsel Rayakan Pemakzulan Park Geun-Hye

Dalam putusan memperkuat pemakzulan, Mahkamah Konstitusional menyatakan Park telah dengan senjata menyembunyikan fakta soal keterlibatan Choi dalam urusan negara dan, bahkan membiarkan Choi mengakses rahasia negara.

Secara terpisah, beberapa waktu lalu, jaksa Korsel menyebut Park dan Choi bersekongkol dalam menerima suap dari Samsung Group, demi menguntungkan pemerintah. Pemimpin Samsung Group, Lee Yong-Jae, telah didakwa penyuapan dan penggelapan terkait skandal ini, meskipun dia membantah. Ahli waris Samsung Group itu bahkan telah ditahan dan mulai disidangkan pekan ini.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed