Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (10/3/2017), warga yang terdiri atas dua kubu itu, yakni yang mendukung dan yang memprotes Park, dikawal ketat oleh personel kepolisian setempat. Kedua kubu dipisahkan oleh bus-bus yang diparkir sebagai pembatas.
Baca juga: Presiden Korsel Park Geun-Hye Resmi Dimakzulkan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sekitar 20 menit, hakim Lee membacakan putusan yang intinya memperkuat pemakzulan Park Geun-Hye, seperti hasil voting parlemen pada Desember 2016 lalu. Park menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis dan dimakzulkan.
![]() |
Luapan bahagia terlihat jelas di wajah para demonstran yang memprotes Park. Mereka mengangkat tinggi-tinggi poster warna merah bertuliskan 'Pemakzulan Park Geun-Hye Jadi Kemenangan untuk Semua' dan 'Tangkap Park Geun-Hye'.
![]() |
Kubu yang memprotes Park meluapkan kegembiraannya dengan bersorak dan mengangkat kepalan tangan mereka ke atas. Ada juga yang terharu hingga meneteskan air mata saat mengetahui Park resmi dimakzulkan.
![]() |
Pemakzulan Park ini menjadi pencapaian tersendiri bagi sebagian besar warga Korsel. Setelah selama tujuh pekan berturut-turut, sepanjang akhir tahun lalu, mereka ikut unjuk rasa besar-besaran memprotes dan menuntut Park mundur, kini hasilnya telah nyata.
![]() |
Sementara itu, kesedihan dan kemarahan melingkupi warga yang mendukung Park, yang jumlahnya lebih sedikit dari yang memprotes Park. Reuters melaporkan, sejumlah warga pendukung Park terlibat bentrok dengan polisi setempat di luar gedung mahkamah, usai putusan dibacakan.
![]() |
Beberapa pendukung Park nekat naik ke atas bus yang digunakan untuk membatasi kerumunan warga. Polisi sempat berjibaku dengan beberapa pendukung Park saat berusaha mengamankan mereka.
Baca juga: Presiden Korsel Dimakzulkan karena Temannya Campuri Urusan Negara
(nvc/ita)