Tak Jujur Soal Jadi Warga AS, Menlu Filipina Didepak Parlemen

Tak Jujur Soal Jadi Warga AS, Menlu Filipina Didepak Parlemen

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Mar 2017 17:46 WIB
Tak Jujur Soal Jadi Warga AS, Menlu Filipina Didepak Parlemen
Perfecto Yasay (REUTERS/Romeo Ranoco)
Manila - Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Perfecto Yasay ketahuan berbohong soal dirinya pernah menjadi warga negara Amerika Serikat (AS). Parlemen Filipina pun menolak penetapan Yasay sebagai Menlu dalam pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/3/2017), keputusan Komisi Penunjukan Parlemen Filipina ini memicu kekacauan di tubuh Kementerian Luar Negeri Filipina. Anggota parlemen Filipina menegaskan Yasay telah didepak, namun juru bicaranya menyebut situasinya belum terlalu jelas.

Dalam langkah yang tergolong langka, anggota parlemen secara bulat memvoting untuk menolak penetapan Yasay sebagai Menlu Filipina. Voting itu digelar setelah sidang fit and proper test yang berlangsung tegang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (Yasay-red) tidak memberitahu kebenarannya. Dia tidak jujur dalam sesi tanya jawab di sidang," sebut Senator Panfilo Lacson kepada wartawan, usai mengumumkan keputusan itu.

Sidang penetapan menteri di Filipina memang digelar setelah sang menteri memulai bekerja untuk waktu cukup lama. Yasay ditunjuk menjadi Menlu Filipina oleh Presiden Duterte sejak awal pemerintahannya pada Juni 2016 lalu.

Dalam sidang penetapan yang baru digelar bulan Februari lalu, Yasay menyatakan dirinya tidak pernah menjadi seorang warga negara AS. Namun pada Rabu (8/3) ini, Yasay kembali menghadap parlemen Filipina dan ditanyai soal bukti dokumen yang menunjukkan dirinya mendapatkan kewarganegaraan AS pada tahun 1986.

Dokumen itu juga menunjukkan Yasay menanggalkan kewarganegaraan AS-nya beberapa hari sebelum ditunjuk menjadi Menlu Filipina. Penanggalan kewarganegaraan itu dilakukan di Kedutaan Besar AS di Manila.

Dalam keterangannya, Yasay bersikeras dirinya tidak pernah berbohong soal kewarganegaraannya. Namun dia meminta maaf karena telah 'secara tidak sengaja memperdaya' parlemen.

"Saya mungkin tidak menjelaskan secara penuh dalam jawaban saya terhadap pertanyaan ini, tapi ini sungguh wajar dalam proses seperti ini. Anda merasa gugup, terkadang Anda memberikan jawaban yang tidak Anda sengaja," ucap Yasay.

Dengan penolakan parlemen ini, menurut Senator Lacson, Yasay tidak bisa lagi dicalonkan menjadi Menlu. Ini berarti, Duterte harus mencari kandidat baru untuk menjadi Menlu Filipina.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini