Tragedi MH370 hingga kini masih menjadi salah satu misteri terbesar dunia penerbangan. Tiga tahun berlalu, belum juga terkuak keberadaan maupun penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 239 penumpang dan awak itu. Kini, kasus pembunuhan Jong-Nam membawa kembali Malaysia dalam sorotan dunia. Pengungkapan bahwa Jong-Nam tewas akibat racun gas saraf VX, makin memperkuat spekulasi keterlibatan rezim Korut dalam kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan empat buronan yang diyakini sebagai dalang utama, telah kabur ke Korut dan satu buronan lainnya, yang berstatus diplomat senior Korut, menikmati kekebalan diplomatik, Kepolisian Malaysia kembali harus berjuang keras menuntaskan penyelidikan kasus ini. Situasi serupa terjadi saat penyelidikan MH370 yang rumit.
Baca juga: Tak Cukup Bukti, WN Korut di Kasus Kim Jong-Nam Dibebaskan
Seperti dilansir AFP, Kamis (2/3/2017), banyak warga Malaysia mulai merasa lelah dengan perhatian dunia dan pemberitaan tak berkesudahan soal negara mereka. Beberapa merasa resah jika reputasi Malaysia di mata dunia akan ternoda akibat kasus Jong-Nam ini.
"Ada saatnya ketika Anda tidak mendengar pemberitaan soal Malaysia dalam level diplomatik atau internasional tingkat tinggi. Sekarang, situasinya seperti tak terkendali -- kami terus muncul (dalam pemberitaan)," ucap seorang sopir taksi di Malaysia, S Jaganathan (68).
"Begitu banyak pemberitaan besar soal hal-hal yang terjadi di sini... Saya tidak terkejut ketika saya mendengar beritanya (pembunuhan Jong-Nam). Sudah terlalu sering, jadi wajar bagi saya," imbuhnya.
Baca juga: Aisyah Pakai Rompi Antipeluru Usai Sidang, Hal Langka di Malaysia
Dua tersangka wanita -- Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (28) -- telah ditangkap dan bahkan didakwa pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. Namun berbagai teori soal dalang dan motif pembunuhan Jong-Nam terus bermunculan.
Meski dugaan kuat mengarah pada keterlibatan Kim Jong-Un, namun beberapa pihak menyebut pembunuhan ini didalangi oleh 'aktor-aktor' di Pyongyang yang ingin membuat pemimpin Korut itu terkesan. Disebut juga bahwa pembunuhan ini merupakan 'hadiah' untuk perayaan kelahiran mendiang Kim Jong-Il, ayah Kim Jong-Un. Spekulasi lain menyebut Jong-Nam yang gemar berjudi di Macau, dibunuh karena utang judi.
"Ini gila karena hal semacam ini terjadi lagi di Malaysia," sebut wiraswasta setempat, Amir Zaini (27).
Baca juga: Korut Dikhawatirkan Akan Jual Racun VX ke Kelompok Teroris
Warga Malaysia lainnya, Nazmi Najib (31) yang berprofesi sebagai pakar software, merasakan deja vu saat mengetahui berita pembunuhan Jong-Nam. "Kasus ini mungkin mempengaruhi citra negara kami, karena orang lain mungkin berpikir keamanan di negara kami tidak terlalu baik. Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan, karena ada banyak spekulasi negatif yang beredar," cetusnya.
(nvc/ita)











































