"Duta Besar (Korut) telah diberitahu proses hukum, tapi dia terus berkhayal dan masih melontarkan tudingan terhadap pemerintah kita," cetus Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (24/2/2017).
Anifah juga memberikan peringatan terselubung pada Korut, dengan menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Malaysia selama ini selalu didasarkan hubungan dekat dan keramahan dengan negara-negara lain. Malaysia mengharapkan pendekatan ramah ini dibalas oleh Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Korut: Autopsi Jenazah Kim Jong-Nam Ilegal dan Tak Bermoral
"Sebagai Duta Besar (Korut) untuk Malaysia, dia (Kang Chol) seharusnya menyadari bahwa dia harus mempercayai pemerintah Malaysia," imbuhnya.
Jong-Nam (46) yang merupakan kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong-Un tewas usai diserang di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 13 Februari lalu. Penyelidikan kematian Jong-Nam memicu ketegangan diplomatik antara Malaysia dengan Korut.
Ketegangan diplomatik mulai terjadi setelah Malaysia menolak permintaan Korut untuk tidak mengautopsi jenazah Jong-Nam. Malaysia juga menolak untuk segera menyerahkan jenazah Jong-Nam kepada otoritas Korut, dengan alasan menunggu sampel DNA dari keluarga untuk proses identifikasi.
Pekan lalu, Dubes Korut menyatakan, pihaknya tidak bisa mempercayai penyelidikan yang sedang dilakukan Malaysia dalam kasus ini. Tidak hanya itu, Dubes Korut juga menuding Malaysia bersekongkol dengan 'kekuatan di luar', merujuk pada Korea Selatan (Korsel) yang merupakan rival Korut.
Baca juga: Korut Tuduh Ada Persekongkolan, Malaysia: Itu Sangat Menghina
Tudingan persekongkolan itu telah dibantah Malaysia dan Korsel. Awal pekan ini, Anifah menyebut tudingan Dubes Korut itu sangat menghina Malaysia. Sedangkan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyebut pernyataan Dubes Korut yang meragukan penyelidikan Malaysia sebagai pernyataan yang 'kasar secara diplomatik'.
(nvc/ita)










































