Saat ini, Spicer menjabat dua posisi sekaligus, yakni sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih dan juga Direktur Komunikasi Gedung Putih. Biasanya, dua posisi itu dijabat oleh dua orang berbeda. Dituturkan berbagai sumber yang dikutip CNN, Rabu (8/2/2017), Gedung Putih saat kini tengah mencari calon Direktur Komunikasi yang baru, demi meringankan beban yang dipikul Spicer.
Mantan juru bicara Trump saat masa transisi, Jason Miller, awalnya direncanakan untuk menjabat Direktur Komunikasi Gedung Putih. Namun Miller mengundurkan diri sebelum hari pelantikan Trump pada 20 Januari lalu, dengan alasan ingin menghabiskan waktu lebih untuk keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spicer yang sejak lama menjadi anggota Partai Republik, merupakan 'sekutu dekat' mantan Ketua Komisi Nasional Partai Republik Reince Priebus yang kini menjabat Kepala Staf Gedung Putih. Menurut sumber yang memahami proses penunjukan Spicer, Trump dilaporkan sempat marah pada Priebus karena memilih Spicer untuk menempati posisi yang paling sering 'dilihat' publik.
"Priebus menjamin Spicer dan melawan insting Trump," sebut sumber itu.
Trump disebut menyesal telah menunjuk Spicer. "(Trump) Menyesalinya setiap hari dan menyalahkan Priebus," imbuh sumber yang sama.
Namun seorang pejabat senior pemerintahan Trump lainnya menyebut, Trump mendukung Spicer '100 persen'. Komentar senada diucapkan sumber dari kantor presiden AS West Wing. "Tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran," ucapnya.
Baca juga: Mayoritas Warga AS Disebut Tolak Kebijakan Imigrasi, Trump Geram
Terlepas dari itu, sejumlah sumber menuturkan kepada CNN bahwa Spicer bukanlah pilihan pertama Trump untuk menjabat Sekretaris Pers Gedung Putih. Penasihat senior Gedung Putih, Kellyanne Conway, sempat ditawari posisi itu, namun menolak. Kandidat lainnya termasuk penyiar Fox News Kimberly Guilfyle juga sempat diwawancara untuk posisi yang sama. Posisi Sekretaris Pers merupakan posisi yang paling sering berhadapan dengan media massa.
Spicer enggan mengomentari laporan CNN ini.
Dalam dua pekan terakhir, Spicer banyak mendapat kritikan. Dalam penampilan pertamanya saat konferensi pers di Gedung Putih, Spicer mencaci maki wartawan dan menuding media dengan sengaja 'mengurangi' jumlah penonton pelantikan Trump. Dalam kritikannya kepada media, Spicer juga menggunakan data-data yang tidak lengkap dan meragukan.
Dituturkan seorang sumber yang memahami proses pencarian calon baru untuk Direktur Komunikasi, Gedung Putih mencari kandidat dari luar. "Sangat perlu untuk diisi," sebut sumber itu, merujuk pada jabatan Direktur Komunikasi Gedung Putih.
(nvc/nwk)











































