Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/2/2017), penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Michael Flynn, menyampaikan pernyataan paling agresif untuk Iran dari pemerintahan Trump sejauh ini. Ini memastikan pendekatan pemerintahan AS sebelumnya yang tidak agresif, telah berakhir.
Flynn mengkritik Iran yang disebut tak berterima kasih kepada AS atas tercapainya kesepakatan nuklir yang juga berujung pada pencabutan sanksi. "Iran sekarang merasa lebih berani," sebutnya dalam konferensi pers pertamanya di Gedung Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Jarak Menengah
Dampak langsung dari peringatan AS ini masih belum jelas. Namun ada kemungkinan pemerintahan Trump akan memberlakukan sanksi baru untuk menanggapi hal yang dipandangnya melanggar kesepakatan nuklir yang tercapai tahun 2015 pada era Presiden Barack Obama. Beberapa waktu sebelumnya, Trump terus mengkritik kesepakatan nuklir Iran dengan menyebutnya lemah dan tidak efektif.
Iran mengkonfirmasi telah melakukan uji coba rudal baru dan menegaskan pihaknya tidak melanggar kesepakatan nuklir maupun resolusi PBB. Uji coba rudal itu dilakukan dari sebuah lokasi dekat Semnan, sebelah timur ibu kota Teheran, pada Minggu (29/1) waktu setempat. Rudal jarak menengah itu mengudara 1.010 kilometer sebelum meledak di udara.
Flynn menyebut, uji coba rudal Iran dan serangan terhadap kapal militer Arab Saudi oleh militan Houthi yang didukung Iran di Yaman, semakin menunjukkan 'perilaku Iran yang mendestabilisasi kawasan Timur Tengah'.
Baca juga: Iran Ingatkan AS Tidak Bikin Ketegangan Baru Terkait Rudalnya
Secara terpisah, tiga pejabat senior AS yang enggan disebut namanya mengungkapkan ada sejumlah opsi langkah tegas AS untuk Iran, termasuk sanksi ekonomi, yang sedang dipertimbangkan. Pengkajian secara luas atas posisi AS terhadap Iran juga tengah dilakukan.
"Kami masih dalam proses mengevaluasi opsi strategis dan kerangka kerja soal bagaimana kami ingin menangani isu ini. Kami tidak ingin terburu-buru atau gegabah atau mengambil tindakan yang akan menutup opsi atau kontribusi tidak perlu pada tanggapan negatif," sebutnya.
"Harapan tulus kami adalah Iran akan memperhatikan peringatan ini dan akan mengubah perilaku mereka," imbuhnya.
(nvc/nwk)











































