Dituturkan sumber pejabat AS yang memahami persoalan ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017), uji coba rudal itu dilakukan dari sebuah lokasi dekat Semnan, sebelah timur ibu kota Teheran, pada Minggu (29/1) waktu setempat. Terakhir kalinya, Iran melakukan uji coba rudal pada Juli 2016 lalu.
Dalam pernyataannya, Gedung Putih AS menyatakan mengetahui uji coba rudal Iran itu dan kini tengah melakukan analisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diketahui pasti apakah uji coba rudal ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Iran melakukan aktivitas terkait rudal balistik yang mampu memuat senjata nuklir.
Secara terpisah, Senator Bob Corker yang juga Ketua Komisi Hubungan Internasional Senat AS mengecam Iran atas uji coba rudal ini. Corker menyatakan dirinya akan bekerja sama dengan anggota parlemen lainnya dan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meminta pertanggungjawaban Iran.
Kabar soal uji coba rudal ini terjadi saat Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault tiba di Teheran dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari. Ayrault bersumpah bahwa Prancis akan menjadi pembela kesepakatan nuklir Iran dan memastikan kesepakatan yang dicapai tahun 2015 itu dipatuhi.
Dalam kesepakatan nuklir itu, Iran bersedia membatasi program nuklir sebagai balasan atas pencabutan sanksi. Pemerintahan Trump sendiri beberapa kali menunjukkan posisi yang lebih keras terhadap Iran, berbeda dengan pemerintahan mantan Presiden Barack Obama. (nvc/rna)











































