Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Jarak Menengah

Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Jarak Menengah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 08:34 WIB
Iran Gelar Uji Coba Rudal Balistik Jarak Menengah
Ilustrasi
Teheran - Militer Iran diketahui menggelar uji coba rudal balistik jarak menengah. Rudal itu meledak setelah mengudara sejauh 1.010 kilometer. Amerika Serikat (AS) mengaku menyadari aktivitas rudal Iran tersebut dan kini waspada.

Dituturkan sumber pejabat AS yang memahami persoalan ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017), uji coba rudal itu dilakukan dari sebuah lokasi dekat Semnan, sebelah timur ibu kota Teheran, pada Minggu (29/1) waktu setempat. Terakhir kalinya, Iran melakukan uji coba rudal pada Juli 2016 lalu.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih AS menyatakan mengetahui uji coba rudal Iran itu dan kini tengah melakukan analisis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang memeriksanya. Kami menyadari bahwa Iran menembakkan rudal itu. Kami sedang mencari tahu situasi tepatnya, dan saya akan mencoba menginformasikan kepada Anda beberapa waktu lagi," ucap Sekretaris Pers Sean Spicer kepada wartawan setempat.

Tidak diketahui pasti apakah uji coba rudal ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Iran melakukan aktivitas terkait rudal balistik yang mampu memuat senjata nuklir.

Secara terpisah, Senator Bob Corker yang juga Ketua Komisi Hubungan Internasional Senat AS mengecam Iran atas uji coba rudal ini. Corker menyatakan dirinya akan bekerja sama dengan anggota parlemen lainnya dan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meminta pertanggungjawaban Iran.

Kabar soal uji coba rudal ini terjadi saat Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault tiba di Teheran dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari. Ayrault bersumpah bahwa Prancis akan menjadi pembela kesepakatan nuklir Iran dan memastikan kesepakatan yang dicapai tahun 2015 itu dipatuhi.

Dalam kesepakatan nuklir itu, Iran bersedia membatasi program nuklir sebagai balasan atas pencabutan sanksi. Pemerintahan Trump sendiri beberapa kali menunjukkan posisi yang lebih keras terhadap Iran, berbeda dengan pemerintahan mantan Presiden Barack Obama. (nvc/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads