Dilansir dari AFP, Minggu (22/1/2017), gempa itu terjadi pukul 15.30 waktu setempat. US Geological Survey (USGS) mengatakan lokasi gempa tersebut berada di 40 kilometer (25 mil) di sebelah barat Panguna, Papua Nugini dengan kedalaman 153 kilometer.
Penilaian awal menyebutkan sempat ada kemungkinan kerusakan ringan dan sedang di Pulau Bougainville, Papua Nugini. Goncangan gempa direvisi menurun dari 8.0 SR ke 7.9 SR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kedalaman gempa 150 kilometer, karena hal itu merupakan salah satu gempa bumi besar, gempa itu akan mengakibatkan guncangan di permukaan," ujar seismolog Geoscience Australia Spiro Spiliopoulos.
Direktur Save The Children Wilayah Papua Nugini Jennifer El-Sibai yang berada di Pulau Buka Papua Nugini mendeskripsikan gempa itu sangat kuat. Dia menyebut tidak ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.
Gempa bumi biasa terjadi di dekat Papua nugini, yang terletak di 4.000 Kilometer di lempeng Pasifik Australia. Lempengan itu membentuk "Ring of Fire" atau cincin api sebuah titik panas untuk aktivitas seismik ketika terjadi gesekan antara lempeng tektonik.
(ams/nwk)











































