Dalam statemen militer Israel disebutkan, warga Palestina itu mencoba menikam tentara-tentara Israel yang tengah melakukan operasi untuk menangkap para tersangka militan. Tak ada tentara Israel yang terluka dalam insiden pada Senin (9/1) malam waktu setempat di kamp pengungsi Palestina, Al-Fara di sebelah timur laut kota Nablus itu.
"Seorang penyerang, bersenjatakan pisau mencoba menikam tentara-tentara dalam aktivitas operasi untuk menangkap para tersangka," demikian bunyi statemen militer Israel tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden di Al-Fara tersebut terjadi kurang dari 48 jam setelah seorang warga Palestina menabrakkan truknya ke para tentara Israel di wilayah Yerusalem. Empat tentara Israel tewas dalam peristiwa itu.
Menurut penghitungan AFP, setidaknya 248 warga Palestina telah tewas dalam gelombang kekerasan sejak Oktober 2015 silam. Sebanyak 40 warga Israel, dua warga Amerika, seorang warga Yordania, seorang warga Eritrea dan seorang warga Sudan juga tewas dalam rangkaian kekerasan tersebut.
Menurut otoritas Israel, kebanyakan warga Palestina yang tewas tersebut merupakan pelaku serangan penikaman. Sejumlah warga Palestina lainnya tewas ditembak saat bentrokan ataupun aksi-aksi protes. (ita/ita)










































