Anak Teman Dekat Presiden Korsel Ditangkap di Denmark

Anak Teman Dekat Presiden Korsel Ditangkap di Denmark

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Jan 2017 18:23 WIB
Anak Teman Dekat Presiden Korsel Ditangkap di Denmark
Choi Soon-sil saat akan diinterogasi jaksa Korsel (REUTERS/AHN YOUNG-JOON/Pool)
Seoul - Choi Soon-sil, teman dekat Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye, menjadi pusat dalam penyelidikan skandal korupsi yang menodai pemerintahan. Di tengah penyelidikan di Korsel, kepolisian Denmark mengumumkan penangkapan putri Choi yang diduga terkait skandal korupsi itu.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (2/1/2017), putri Choi, Chung Yoo-ra, yang berusia 20 tahun ditangkap kepolisian Denmark pada Minggu (1/1) malam, karena overstay izin visanya. Kantor jaksa Korsel menyatakan pihaknya tengah membahas pemulangan Chung ke Korsel.

Chung yang dikenal sebagai penunggang kuda profesional yang banyak berlatih di Jerman ini, ditangkap karena kedapatan tinggal secara ilegal di kota Aalborg, Denmark. Penangkapan Chung pertama kali dilaporkan oleh televisi swasta Korsel, JTBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Korsel sendiri berupaya menangkap Chung yang diyakini terkait skandal yang menyeret ibundanya. Sang ibunda dijerat dakwaan penipuan dan penyalahgunaan wewenang, karena memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Park untuk mencampuri pemerintahan dan menguntungkan diri sendiri.

Baca juga: Sangkal Tudingan Korupsi, Presiden Korsel Mengklaim Dijebak

Kantor jaksa Korsel menyebut, Chung ditangkap setelah berbulan-bulan bersembunyi di luar negeri. Seorang sumber pada kantor jaksa di Seoul menyatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan otoritas Uni Eropa untuk mengekstradisi Chung. Prosesnya diperkirakan memakan waktu 1-2 minggu.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Korea Selatan menyebut mitra mereka di Denmark telah memberitahu penangkapan empat warga Korsel, termasuk Chung dan seorang anak yang lahir tahun 2015. Tidak diketahui pasti hubungan antara Chung dengan anak tersebut.

Chung terancam dijerat sejumlah dakwaan pidana di Korsel. Otoritas Korsel berupaya mencabut paspor miliknya agar dia tidak bisa kabur ke luar negeri. Otoritas Korsel juga meminta informasi dari otoritas Jerman soal aset finansial Chung.

Baca juga: Dimakzulkan Parlemen, Ini Tanggapan Presiden Korsel

Chung meraih medali emas dalam cabang olahraga berkuda Asian Games tahun 2014. Namun dia memancing kemarahan publik Korsel setelah terungkap bahwa dia mendapat perlakuan khusus dari universitas ternama, Ewha Womans University.

Sang ibunda, Choi, dituding memanfaatkan pengaruhnya dan kedekatannya dengan Presiden Park untuk 'memasukkan' putrinya ke universitas bergengsi itu tahun 2014 lalu. Penyelidikan kemudian mengungkapkan bahwa pihak universitas menolak calon mahasiswa lain yang lebih layak dan lebih memenuhi syarat, demi 'menerima' Chung. Pihak universitas telah mengeluarkan Chung dari kampus tersebut.

"Ketika Chung Yoo-ra kembali, saya akan memastikan dia bekerja sama penuh dalam penyelidikan jaksa khusus," ucap pengacara yang mendampingi Choi dan Chung, Lee Kyung-jae, kepada kantor berita Yonhap.

(nvc/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads