Sudah 50 Ribu Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Sudah 50 Ribu Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Des 2016 18:16 WIB
Sudah 50 Ribu Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh
Penjaga perbatasan Bangladesh di Sungai Naf (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Naypyidaw - Otoritas Bangladesh menyebut sudah 50 ribu warga minoritas muslim Rohingya yang melarikan diri ke wilayahnya. Warga Rohingya kabur dari Myanmar untuk menghindari operasi militer yang dilaporkan sarat kekerasan dan penindasan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (30/12/2016), Bangladesh meningkatkan patroli perbatasan untuk menangkal aliran pengungsi dari Myanmar yang semakin meningkat sejak operasi militer dilancarkan di negara bagian Rakhine, Oktober lalu. Rakhine merupakan tempat tinggal kebanyakan warga Rohingya.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh telah memanggil Duta Besar Myanmar untuk menyampaikan kekhawatiran mendalam soal aliran pengungsi besar-besaran dari Myanmar ke perbatasannya. Puluhan ribu warga minoritas Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan memilih kabur ke Bangladesh, yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyebut sekitar 50 ribu warga Myanmar mencari perlindungan di wilayah Bangladesh sejak 9 Oktober 2016," sebut Kementerian Luar Negeri Bangladesh dalam pernyataannya.

Baca juga: Soal Krisis Rohingya, Komisi Penyelidikan: Tentara Myanmar Patuhi Hukum

Di sisi lain, otoritas Bangladesh juga menginginkan repatriasi seluruh warga Myanmar yang hidup di Bangladesh selama bertahun-tahun, termasuk sekitar 300 ribu warga Rohingya, yang kebanyakan tinggal di Bangladesh secara ilegal.

Otoritas Bangladesh berada di bawah tekanan untuk terus membuka perbatasan bagi pengungsi Rohingya. Namun negara itu memilih memperkuat pos keamanan di perbatasan dan mengerahkan patroli air untuk mencegah aliran pengungsi baru dari Myanmar.

Dalam 3 bulan terakhir, penjaga perbatasan Bangladesh berhasil mencegah ratusan kapal yang dipenuhi pengungsi Rohingya, termasuk wanita dan anak-anak, masuk ke wilayahnya via Sungai Naf.

Secara terpisah, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menuturkan kepada AFP, bahwa sedikitnya 43 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh, sejak Oktober lalu. Kebanyakan dari mereka tinggal di kamp pengungsian dan desa-desa distrik Cox's Bazar, Bangladesh.

Baca juga: Jokowi Lepas 10 Kontainer Bantuan Indonesia untuk Rohingya

Kebanyakan dari pengungsi Rohingya yang diwawancara AFP menuturkan maraknya praktik kekerasan, seperti pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan oleh militer Myanmar. Laporan dan tudingan itu telah dibantah oleh militer dan pemerintah Myanmar. Namun di sisi lain, Myanmar melarang wartawan asing dan penyidik independen masuk ke Rakhine sehingga laporan itu tidak bisa diselidiki kebenarannya.

(nvc/tor)


Berita Terkait