Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (29/12/2016), sebuah bom mortir dengan diameter 81 milimeter pertandingan tinju amatir yang digelar di luar sebuah pusat perbelanjaan di Provinsi Leyte pada Rabu (28/12) tengah malam. Bom itu diketahui diledakkan dari jarak jauh dengan telepon genggam.
Kepolisian setempat menyatakan belum ada tersangka yang diidentifikasi terkait ledakan itu. Belum ada juga kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ada Ledakan Granat di Luar Gereja Filipina, 16 Orang Terluka
Sementara itu, satu ledakan lainnya terjadi di sebuah jalan raya di Pulau Mindanao, Filipina bagian selatan, sekitar 1 jam kemudian. Sedikitnya 6 orang luka-luka akibat ledakan di Mindanao itu.
"Sebuah tiang lampu tumbang akibat ledakan ini," terang Letnan Kolonel Edgar Delos Reyes dari militer Filipina.
Kepolisian setempat menyatakan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan ledakan-ledakan itu saling berkaitan. Motif para pelaku di balik ledakan itu juga belum diketahui pasti.
Yang jelas, ledakan-ledakan ini terjadi beberapa hari setelah ledakan granat mengguncang sebuah gereja Katolik di Mindanao. Sedikitnya 16 orang luka-luka akibat ledakan granat itu.
Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya memperingatkan ancaman pertumbuhan militansi radikal di wilayah Filipina bagian selatan. Duterte juga menyebut potensi penyusupan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke wilayah Filipina.
(nvc/tor)











































