"Penyerang adalah seorang polisi," kata Wali Kota Ankara Melih Gokcek dalam akun Twitternya seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (20/12/2016).
Dilansir dari Reuters, Karlov ditembak saat memberikan sambutan di sebuah galeri seni. Penyerang itu menggunakan setelan jas hitam dan dasi dan berdiri di belakang Karlov saat dia berpidato.
"Dia mengambil pistol dan menembak duta besar dari belakang. Kami melihat dia berbaring di lantai dan kemudian kami berlari keluar," kata seorang saksi yang enggan disebut namanya itu.
Akibat peristiwa itu diketahui ada tiga orang mengalami luka. Sementara penyerang langsung dilumpuhkan oleh pihak keamanan.
Serangan terhadap Karlov disebut-sebut muncul terkait konflik Suriah di Turki. Hubungan Rusia dan Turki telah cukup lama penuh konflik karena kedua negara itu mendukung sisi yang berlawanan.
(ams/elz)











































