DetikNews
Rabu 07 Desember 2016, 10:32 WIB

Kanselir Jerman Angela Merkel Dukung Larangan Burka

Novi Christiastuti - detikNews
Kanselir Jerman Angela Merkel Dukung Larangan Burka Angela Merkel (REUTERS/Stefanie Loos)
Berlin - Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan dukungan pada larangan burka, yang menutup sebagian besar wajah, di seluruh wilayah Jerman. Hal ini disampaikan di tengah maraknya larangan burka di negara-negara Eropa lainnya.

"Cadar seluruh wajah tidak pantas di sini, seharusnya dilarang di mana saja yang dimungkinkan diatur oleh hukum. Hal itu bukan bagian dari kita," ucap Merkel dalam pertemuan partai yang menaunginya, Serikat Demokrat Kristen (CDU), seperti dilansir CNN, Rabu (7/12/2016).

Pernyataan Merkel itu disambut tepuk tangan para pejabat dan kader CDU yang hadir dalam pertemuan itu. Namun di sisi lain, pernyataan Merkel itu memicu kecemasan dari pihak-pihak yang sebelumnya memandang pemimpin berusia 62 tahun itu sebagai pembela nilai-nilai liberal di Eropa.

Baca juga: Belanda Larang Pemakaian Burka di Ruang Publik

Pernyataan soal larangan burka ini bukan pertama kali dilontarkan pejabat tinggi Jerman. Pada Agustus lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Thomas de Maiziere menyerukan larangan pemakaian cadar di tempat-tempat umum.

"Hal itu tidak sesuai dengan masyarakat kita, untuk komunikasi kita, untuk keterpaduan dalam masyarakat... Inilah mengapa kami meminta Anda untuk menunjukkan wajah Anda," tegasnya saat itu.

Di sisi lain, seperti dilansir BBC, larangan burka sepenuhnya jelas melanggar Konstitusi Jerman. Upaya CDU untuk memberlakukan larangan burka di tempat-tempat umum juga disinyalir akan terhambat oleh Konstitusi Jerman sendiri. Ditambah, pada praktiknya, hanya sedikit wanita muslim di Jerman yang mengenakan burka.

Baca juga: Bulgaria Larang Pemakaian Burka di Tempat Publik, Pelanggar Terancam Denda

Terlepas dari itu semua, dukungan Merkel untuk larangan burka ini dipandang sebagai upaya menarik simpati publik. Beberapa tahun terakhir, Merkel memicu kemarahan warga dengan keputusannya membuka perbatasan Jerman untuk para imigran dari Timur Tengah. Pada September lalu, CDU kalah telak dalam berbagai pemilu lokal.

Beberapa minggu lalu, Merkel telah mengumumkan akan kembali mencalonkan diri untuk periode keempat dalam pemilu tahun depan. Merkel menyebut kampanye tahun 2017 akan menjadi masa kampanye terberat baginya.

Larangan burka telah diberlakukan di Prancis, Belgia dan Swiss. Pada April 2011, Prancis menjadi negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burka, pakaian yang menutup tubuh seluruhnya termasuk cadar dan juga niqab, di tempat-tempat umum. Mereka yang melanggar aturan itu terancam hukuman denda 150 euro (Rp 2,1 juta) atau harus menjalani kerja sosial.

Baca juga: Parlemen Swiss Dukung Larangan Burka di Tempat Umum

(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed