detikNews
Jumat 18 November 2016, 18:59 WIB

Usai Kantor Digeledah, Pemimpin Kelompok Bersih Ditangkap Polisi Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Usai Kantor Digeledah, Pemimpin Kelompok Bersih Ditangkap Polisi Malaysia Maria Chin Abdullah (AFP PHOTO/MANAN VATSYAYANA)
Kuala Lumpur - Selain menggeledah kantor, kepolisian Malaysia juga menangkap pemimpin kelompok prodemokrasi Bersih. Penangkapan dilakukan sehari sebelum unjuk rasa besar-besaran digelar untuk menyerukan Perdana Menteri Najib Razak mundur.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016), pemimpin kelompok Bersih yang bernama Maria Chin Abdullah dan anggota sekretariat Mandeep Singh ditangkap polisi sesaat setelah penggeledahan dilakukan terhadap kantor kelompok itu.

Dituturkan kepolisian setempat, keduanya ditangkap atas pelanggaran Undang-undang Pidana terkait kerusuhan. Sejumlah barang seperti laptop, buku rekening bank dan slip gaji disita dalam penggeledahan.

Baca juga: Jelang Demo Mendesak PM Najib Mundur, Kantor Kelompok Bersih Digeledah

Penggeledahan itu terkait penyelidikan yang tengah dilakukan kepolisian setempat, atas laporan kelompok Bersih menerima dana dari Open Society Foundations (OSF), sebuah organisasi terkait pengusaha ternama George Soros.

Menanggapi hal ini, Ketua Human Rights Society Ambiga Sreenevasan menyatakan unjuk rasa besar-besaran yang direncanakan akan digelar pada Sabtu (19/11) besok, akan tetap digelar meskipun Maria dan Mandeep ditangkap polisi.

"Saya pikir kami akan memiliki jumlah demonstran lebih besar karena mereka," ucap Ambiga juga juga mantan pemimpin kelompok Bersih.

Baca juga: Jelang Unjuk Rasa Antipemerintah, PM Najib Peringatkan Demonstran Tak Rusuh

Ribuan orang diperkirakan akan ikut serta dalam unjuk rasa yang digelar kelompok Bersih di Kuala Lumpur. Tujuan unjuk rasa itu adalah menuntut PM Najib mundur, atas dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Selain kelompok Bersih, beberapa kelompok lainnya di Malaysia juga juga tengah diselidiki terkait laporan yang sama soal aliran dana dari OSF. Awal bulan ini, demonstran propemerintah menggelar aksi di luar kantor media online Malaysiakini setelah laporan menyebut media itu menerima dana dari OSF.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed