detikNews
Jumat 18 November 2016, 17:15 WIB

Jelang Demo Mendesak PM Najib Mundur, Kantor Kelompok Bersih Digeledah

Novi Christiastuti - detikNews
Jelang Demo Mendesak PM Najib Mundur, Kantor Kelompok Bersih Digeledah Ilustrasi
Kuala Lumpur -
Kepolisian Malaysia menggeledah kantor milik kelompok prodemokrasi Bersih. Penggeledahan dilakukan sehari sebelum digelarnya unjuk rasa besar-besaran guna menyerukan Perdana Menteri Najib Razak mundur dari jabatannya.

Ribuan orang diperkirakan akan ikut serta dalam unjuk rasa yang digelar kelompok Bersih pada Sabtu (19/11) besok di Kuala Lumpur. Tujuan unjuk rasa itu adalah menuntut PM Najib mundur, atas dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dituturkan kelompok Bersih via akun Twitter resminya, seperti dilansir Reuters, Jumat (18/11/2016), polisi dan sejumlah pejabat dari Komisi Perusahaan Malaysia ikut dalam penggeledahan itu. Polisi meminta sejumlah aset milik kelompok Bersih untuk disita.

Baca juga: Jelang Unjuk Rasa Antipemerintah, PM Najib Peringatkan Demonstran Tak Rusuh

Komisi Perusahaan merupakan badan yang dibentuk di bawah undang-undang parlemen tahun 2002, yang mengatur urusan korporasi dan bisnis di Malaysia.

Menurut kelompok Bersih, personel kepolisian masih ada di dalam kantor mereka. Sejauh ini belum ada konfirmasi atas penangkapan yang dilakukan polisi dalam penggeledahan itu. Belum ada komentar resmi dari kepolisian Malaysia terkait penggeledahan itu.

Anggota sekretariat kelompok Bersih, Mandeep Singh, menyebut penggeledahan itu dilakukan terkait penyelidikan di bawah Aturan Pidana yang mengatur soal 'aktivitas yang merusak demokrasi parlementer'.

Baca juga: Mahathir Mohamad Serukan Warga Malaysia Ikut Demo Desak PM Najib Mundur

Secara terpisah, pengacara kelompok Bersih, Melissa Sasidaran, menyatakan dirinya dan pengacara kelompok Bersih lainnya berusaha mencegah polisi untuk memasuki kantor kelompok prodemokrasi itu. Sedangkan ketua dan juru bicara kelompok Bersih, Maria Chin Abdullah, belum bisa dimintai komentar atas penggeledahan ini.

Tahun lalu, lebih dari 200 ribu demonstran ikut serta dalam unjuk rasa yang digelar kelompok Bersih. Kelompok ini sendiri telah berulang kali menggelar aksi protes massal sejak tahun 2007, yang sebagian besar menyerukan reformasi institusi dan sistem pemilu Malaysia.

Kelompok Bersih bersama sejumlah kelompok lainnya, tengah diselidiki terkait laporan mereka menerima dana dari Open Society Foundations (OSF), sebuah organisasi terkait pengusaha ternama George Soros. Awal bulan ini, demonstran propemerintah menggelar aksi di luar kantor media online Malaysiakini setelah laporan menyebut media itu menerima dana dari OSF.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed