Seperti dilansir AFP, Selasa (15/11/2016), Park menjadi presiden aktif pertama di Korsel yang diperiksa terkait kasus kriminal. Kasus ini berpusat pada teman dekat Park yang bernama Choi Soon-sil yang kini ditahan atas dakwaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan. Dua mantan ajudan Presiden Park juga telah ditahan terkait kasus yang sama.
Foto: Kim Do-hoon/Yonhap via REUTERSChoi Soon-sil |
Choi dituding memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Park untuk memaksa para konglomerat Korsel mendonasikan jutaan dolar AS ke yayasan non-profit miliknya. Donasi itu disebut-sebut digunakan Choi untuk keuntungan pribadinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Desak Presiden Korsel Mundur, Puluhan Ribu Demonstran Penuhi Seoul
Choi yang berusia 60 tahun ini juga dituding mencampuri urusan negara, hingga pada level menominasikan pejabat dalam pemerintahan Presiden Park. Tidak hanya itu, Choi juga mengedit naskah pidato Presiden Park pada awal-awal menjabat, padahal Choi tidak memegang jabatan maupun izin keamanan dalam pemerintahan.
Foto: REUTERS/Kim Hong-JiUnjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (12/11) mendesak Presiden Park mundur |
Popularitas Presiden Park terus menurun drastis sejak skandal ini mencuat ke publik. Ratusan ribu warga Korsel turun ke jalanan ibu kota Seoul pada Sabtu (12/11) lalu, untuk mendesak Presiden Park mundur dari jabatannya.
Pada Minggu (13/11) waktu setempat, jaksa yang menangani kasus ini mengumumkan rencana untuk meminta keterangan secara langsung dan resmi pada Presiden Park, pekan ini. Setidaknya pemeriksaan dijadwalkan akan dilakukan pada Rabu (16/11) besok.
Foto: Baek Seung-ryeol/Yonhap via REUTERSPresiden Park membungkukkan badan saat meminta maaf pada rakyatnya terkait kasus ini |
Namun pengacara yang baru saja diberi kuasa oleh Presiden Park, Yoo Young-ha menyatakan, sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk memeriksa rincian kasus ini hingga Rabu (16/11) besok. Yoo meminta jaksa untuk memundurkan waktu pemeriksaan Presiden Park.
"Sebagai pengacaranya, akan sangat membantu untuk mengungkap kebenaran jika saya bisa bersiap secara penuh untuk kasus ini," tutur Yoo, yang mantan anggota Komisi HAM Nasional Korsel ini kepada wartawan setempat.
Baca juga: Teman Dekat Presiden Korsel Akhirnya Ditahan Terkait Skandal Nepotisme
Yoo juga meminta agar pertanyaan yang akan diajukan jaksa kepada Presiden Park, diusahakan seminimum mungkin. "Jika pertanyaan tatap muka memang perlu, jumlahnya seharusnya minimum," ucapnya, seperti dilansir Reuters.
Yoo juga menambahkan, sebenarnya tak pantas menyelidiki seorang presiden atas kasus kriminal, kecuali untuk dugaan pengkhianatan negara. Di bawah konstitusi Korsel, seorang presiden yang masih menjabat tidak bisa dijerat dakwaan kriminal, kecuali untuk kasus pemberontakan dan pengkhianatan negara. Namun banyak pihak di Korsel yang kini berargumen bahwa presiden yang masih menjabat bisa diselidiki oleh jaksa dan kemudian dijerat dakwaan saat sudah lengser.
Foto: Seo Myeong-gon/Yonhap via REUTERSChoi Soon-sil saat pertama menjalani pemeriksaan jaksa, yang berujung penahanannya |
(nvc/nwk)












































Foto: Kim Do-hoon/Yonhap via REUTERS
Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Foto: Baek Seung-ryeol/Yonhap via REUTERS
Foto: Seo Myeong-gon/Yonhap via REUTERS