Akan Diperiksa Terkait Skandal Nepotisme, Presiden Korsel Sewa Pengacara

Akan Diperiksa Terkait Skandal Nepotisme, Presiden Korsel Sewa Pengacara

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Nov 2016 17:03 WIB
Akan Diperiksa Terkait Skandal Nepotisme, Presiden Korsel Sewa Pengacara
Demonstran di Korsel bertopeng Presiden Park (kanan) dan teman dekatnya Choi Soon-sil (kiri) (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye akan dimintai keterangan oleh jaksa terkait skandal korupsi dan nepotisme yang menyeret teman dekatnya. Park dilaporkan telah menyewa pengacara untuk mendampinginya dalam pemeriksaan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (15/11/2016), Park menjadi presiden aktif pertama di Korsel yang diperiksa terkait kasus kriminal. Kasus ini berpusat pada teman dekat Park yang bernama Choi Soon-sil yang kini ditahan atas dakwaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan. Dua mantan ajudan Presiden Park juga telah ditahan terkait kasus yang sama.

Choi Soon-silFoto: Kim Do-hoon/Yonhap via REUTERS
Choi Soon-sil

Choi dituding memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Park untuk memaksa para konglomerat Korsel mendonasikan jutaan dolar AS ke yayasan non-profit miliknya. Donasi itu disebut-sebut digunakan Choi untuk keuntungan pribadinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah 'donasi' dari para konglomerat kepada dua yayasan milik Choi dilaporkan mencapai 77 miliar Won (Rp 880 miliar). Perusahaan ternama Korsel seperti Samsung Group dan Lotte Group dilaporkan turut memberikan 'donasi' untuk yayasan milik Choi.

Baca juga: Desak Presiden Korsel Mundur, Puluhan Ribu Demonstran Penuhi Seoul

Choi yang berusia 60 tahun ini juga dituding mencampuri urusan negara, hingga pada level menominasikan pejabat dalam pemerintahan Presiden Park. Tidak hanya itu, Choi juga mengedit naskah pidato Presiden Park pada awal-awal menjabat, padahal Choi tidak memegang jabatan maupun izin keamanan dalam pemerintahan.

Unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (12/11) mendesak Presiden Park mundurFoto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (12/11) mendesak Presiden Park mundur

Popularitas Presiden Park terus menurun drastis sejak skandal ini mencuat ke publik. Ratusan ribu warga Korsel turun ke jalanan ibu kota Seoul pada Sabtu (12/11) lalu, untuk mendesak Presiden Park mundur dari jabatannya.

Pada Minggu (13/11) waktu setempat, jaksa yang menangani kasus ini mengumumkan rencana untuk meminta keterangan secara langsung dan resmi pada Presiden Park, pekan ini. Setidaknya pemeriksaan dijadwalkan akan dilakukan pada Rabu (16/11) besok.

Presiden Park membungkukkan badan saat meminta maaf pada rakyatnya terkait kasus iniFoto: Baek Seung-ryeol/Yonhap via REUTERS
Presiden Park membungkukkan badan saat meminta maaf pada rakyatnya terkait kasus ini

Namun pengacara yang baru saja diberi kuasa oleh Presiden Park, Yoo Young-ha menyatakan, sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk memeriksa rincian kasus ini hingga Rabu (16/11) besok. Yoo meminta jaksa untuk memundurkan waktu pemeriksaan Presiden Park.

"Sebagai pengacaranya, akan sangat membantu untuk mengungkap kebenaran jika saya bisa bersiap secara penuh untuk kasus ini," tutur Yoo, yang mantan anggota Komisi HAM Nasional Korsel ini kepada wartawan setempat.

Baca juga: Teman Dekat Presiden Korsel Akhirnya Ditahan Terkait Skandal Nepotisme

Yoo juga meminta agar pertanyaan yang akan diajukan jaksa kepada Presiden Park, diusahakan seminimum mungkin. "Jika pertanyaan tatap muka memang perlu, jumlahnya seharusnya minimum," ucapnya, seperti dilansir Reuters.

Yoo juga menambahkan, sebenarnya tak pantas menyelidiki seorang presiden atas kasus kriminal, kecuali untuk dugaan pengkhianatan negara. Di bawah konstitusi Korsel, seorang presiden yang masih menjabat tidak bisa dijerat dakwaan kriminal, kecuali untuk kasus pemberontakan dan pengkhianatan negara. Namun banyak pihak di Korsel yang kini berargumen bahwa presiden yang masih menjabat bisa diselidiki oleh jaksa dan kemudian dijerat dakwaan saat sudah lengser.

Choi Soon-sil saat pertama menjalani pemeriksaan jaksa, yang berujung penahanannyaFoto: Seo Myeong-gon/Yonhap via REUTERS
Choi Soon-sil saat pertama menjalani pemeriksaan jaksa, yang berujung penahanannya


(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads