Curi Informasi Rahasia AS, Kontraktor Intelijen NSA Akan Diadili

Curi Informasi Rahasia AS, Kontraktor Intelijen NSA Akan Diadili

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Okt 2016 20:46 WIB
Curi Informasi Rahasia AS, Kontraktor Intelijen NSA Akan Diadili
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Washington - Jaksa Amerika Serikat (AS) akan menjeratkan dakwaan spionase terhadap seorang kontraktor swasta untuk Badan Keamanan Nasional (NSA). Dakwaan ini terkait dugaan kontraktor itu mencuri sejumlah besar informasi rahasia.

Kontraktor bernama Harold Martin III itu ditangkap 27 Agustus lalu di Maryland. Dalam dokumen dakwaan, seperti dilansir AFP, Jumat (21/10/2016), jaksa AS menyebut Martin memberikan bahaya besar untuk AS. Martin akan diadili di pengadilan Baltimore pada Jumat (21/10) waktu AS.

Martin yang kini sudah dipecat ini, sebelumnya bekerja untuk Booz Allen Hamilton -- perusahaan yang sama yang memperkerjakan Edward Snowden yang kini mengasingkan diri di Rusia karena diburu penegak hukum AS setelah membocorkan dokumen rahasia.

Baca juga: Edward Snowden Minta Obama Ampuni Dirinya

Selama masih bekerja untuk Booz Allen Hamilton, Martin dipercaya untuk menangani informasi rahasia untuk sejumlah lembaga pemerintah. Dia diduga mencuri informasi rahasia itu sejak tahun 1996.

"Terdakwa melanggar kepercayaan itu dengan terlibat pencurian besar-besaran properti dan dokumen rahasia pemerintah -- tindakan keji yang berdampak panjang dan besar," terang jaksa soal tindakan Martin dalam kasus ini.

Dalam dokumennya, jaksa menyebut Martin mencuri sedikitnya 50 ribu gigabytes informasi, meskipun tidak semuanya berlabel 'rahasia'. Satu gigabyte data cukup untuk menyimpan sekitar 10 ribu halaman dokumen yang terdiri atas gambar dan teks.

"Terdakwa memiliki dokumen berlabel rahasia dalam jumlah yang luar biasa, yang tidak berhak dia miliki, termasuk banyak dokumen bertanda (rahasia)," sebut jaksa dalam dokumen itu.

Baca juga: Kongres AS Sebut Edward Snowden Bukan Whistleblower

Beberapa dokumen yang dicuri Martin termasuk dokumen berisi informasi pertahanan. Penyidik yang menyelidiki Martin bahkan menemukan persediaan 10 senjata api termasuk senapan serbu.

Dalam pernyataan terpisah, pengacara Martin menyebut tidak ada bukti kliennya berniat mengkhianati negaranya. Pihak Booz Allen bekerja sama penuh dalam penyelidikan dan telah mengetahui bahwa Martin ditangkap. Mereka langsung memecatnya.

(nvc/tor)


Berita Terkait