Selama Trump dihujani tudingan pelecehan seksual oleh sejumlah wanita dalam beberapa hari terakhir, Melania tidak langsung muncul ke publik. Melania baru memberikan pembelaannya untuk sang suami dalam wawancara televisi pertamanya kepada media ternama AS, CNN.
Video tahun 2005 itu menunjukkan Trump membanggakan dirinya yang bisa mencium dan menyentuh wanita tanpa izin. Seperti dilansir CNN, Selasa (18/10/2016), dalam wawancara itu, Melania menyalahkan pembawa acara 'Access Hollywood' Billy Bush yang disebutnya memancing Trump untuk melontarkan komentar cabul itu.
"Saya katakan kepada suami saya bahwa, Anda tahu, bahasa seperti itu tidak pantas, tidak bisa diterima. Dan saya terkejut, karena itu bukanlah pria yang saya kenal," ucap Melanie menjawab pertanyaan jurnalis CNN, Anderson Cooper, soal bagaimana reaksi pertama Anda saat melihat dan mendengar video tahun 2005 itu.
Baca juga: Donald Trump Sebut Hasil Pilpres AS Akan Dicurangi di Banyak Tempat
"Saya berpikir apakah mereka tahu jika mikrofon itu masih menyala, karena mereka sedang melakukan percakapan sesama laki-laki dan dia (Trump-red) diarahkan, seperti, dipancing oleh pembawa acara untuk mengatakan hal-hal kotor dan buruk," imbuh Melania.
Cooper kemudian bertanya apakah Melania pernah mendengar komentar cabul semacam itu dari suaminya. "Tidak. Tidak pernah, itulah mengapa saya terkejut, karena saya tidak tahu orang itu akan berbicara seperti itu, dan dia mengatakan hal semacam itu secara privat," jawabnya.
"Saya mendengar banyak hal berbeda -- percakapan sesama laki-laki. Para laki-laki, cara mereka berbicara ketika mereka tumbuh besar dan mereka terkadang ingin saling pamer satu sama lain, 'Oh, ini dan itu' dan berbicara soal perempuan. Tapi iya, saya terkejut, tentu saja," tegas Melania.
Lebih lanjut, Melania menyebut kecurigaan adanya konspirasi di balik munculnya rekaman video ini, demi menggagalkan pencapresan Trump. "Kenapa setelah bertahun-tahun? Kenapa tiga minggu sebelum pilpres? Itu media. Itu NBC. Itu 'Access Hollywood'," sebutnya merujuk pihak-pihak yang berkonspirasi menjegal Trump.
Baca juga: Kembali Bantah Tudingan Pelecehan Seks, Donald Trump: Saya Adalah Korban
Melania menambahkan, seluruh media sayap kiri berusaha menyerang suaminya. "Menyerangnya karena mereka ingin mempengaruhi rakyat Amerika dalam memilih. Dan mereka mempengaruhi dengan cara yang salah," tuding Melania.
Setelah Trump membantah dirinya pernah mencium dan menyentuh paksa wanita seperti yang diucapkannya dalam video, muncul secara bertahap wanita-wanita yang mengklaim menjadi korban perilaku cabul Trump dan bahkan korban pelecehan seksual Trump.
"Saya mempercayai suami saya. Saya mempercayai suami saya," ucap mantan model kelahiran Slovenia ini menanggapi berbagai tudingan untuk suaminya.
"Ini semua dirancang oleh oposisi. Dengan setiap rincian yang mereka dapatkan, apakah mereka pernah memeriksa latar belakang wanita-wanita itu? Mereka tidak punya fakta apapun," tegasnya.
Baca juga: Obama Ingatkan Demokrasi AS Dipertaruhkan dalam Pilpres Mendatang
(nvc/ita)











































