2 Pejabat Kepolisian Filipina Terungkap Jadi Pembunuh Bayaran

2 Pejabat Kepolisian Filipina Terungkap Jadi Pembunuh Bayaran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Okt 2016 17:12 WIB
2 Pejabat Kepolisian Filipina Terungkap Jadi Pembunuh Bayaran
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Manila - Dua pejabat kepolisian Filipina akan diadili atas dakwaan pembunuhan. Hal ini setelah terbongkar keduanya ternyata pembunuh bayaran bermotor yang menembak mati seorang wanita lokal.

Disampaikan laporan resmi kepolisian Filipina, seperti dilansir AFP, Jumat (14/10/2016), kedua polisi itu mengalami luka-luka dan ditangkap setelah terlibat baku tembak dengan kepolisian setempat, akhir pekan lalu. Keduanya dicegat polisi saat berusaha kabur dari lokasi kejadian di Mindoro.

Sejumlah pistol yang penuh berisi peluru, sebuah rambut palsu dan sebuah penutup wajah disita dari kedua polisi itu. Laporan kepolisian mengidentifikasi keduanya sebagai Inspektur Markson Almeranez dan Inspektur Senior Magdaleno Pimentel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Filipina Resmi Undang Pakar HAM PBB untuk Selidiki Kematian Ribuan Orang

Menurut laporan kepolisian itu, kedua polisi ini berpakaian sipil dan menembak mati seorang wanita berusia 51 tahun pada 9 Oktober lalu. Penembakan itu terjadi di luar rumah wanita itu di Glorida, sebuah wilayah pinggiran Mindoro, yang berjarak 170 kilometer dari ibu kota Manila.

Polisi yang dikerahkan ke lokasi kejadian, langsung mengejar para pelaku tanpa mengetahui identitas mereka sebelumnya. Otoritas setempat menyatakan, motif pembunuhan itu belum diketahui pasti.

Almeranez menjabat Kepala Kepolisian Socorro, salah satu kota kecil di Gloria bagian utara. Sedangkan Pimentel tergabung dalam unit kepolisian lainnya di Mindoro. Kini keduanya dirawat di rumah sakit atas luka tembak yang mereka derita dan ada di bawah pengawasan ketat kepolisian setempat.

Kepolisian setempat dalam pernyataan terbarunya, menegaskan keduanya telah dicopot dari posisi masing-masing.

Baca juga: Duterte Bentuk Satgas Pelindung Jurnalis di Filipina

Baik Ameranez maupun Pimentel akan segera disidangkan atas dakwaan pembunuhan, juga untuk dakwaan percobaan pembunuhan karena menembaki polisi yang menngejar mereka.

Kasus ini terjadi saat kepolisian Filipina sedang gencar melakukan perang melawan kriminal dan narkoba yang menewaskan lebih dari 3.300 orang, sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat pada 30 Juni lalu. Separuh mereka yang tewas merupakan tersangka narkoba yang ditembak mati polisi, sedangkan separuh lagi tewas di tangan pembunuh bayaran yang identik menggunakan sepeda motor. Tidak ada indikasi yang menunjukkan kasus di Mindoro ini terkait dengan kasus narkoba.

(nvc/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini