Disampaikan laporan resmi kepolisian Filipina, seperti dilansir AFP, Jumat (14/10/2016), kedua polisi itu mengalami luka-luka dan ditangkap setelah terlibat baku tembak dengan kepolisian setempat, akhir pekan lalu. Keduanya dicegat polisi saat berusaha kabur dari lokasi kejadian di Mindoro.
Sejumlah pistol yang penuh berisi peluru, sebuah rambut palsu dan sebuah penutup wajah disita dari kedua polisi itu. Laporan kepolisian mengidentifikasi keduanya sebagai Inspektur Markson Almeranez dan Inspektur Senior Magdaleno Pimentel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan kepolisian itu, kedua polisi ini berpakaian sipil dan menembak mati seorang wanita berusia 51 tahun pada 9 Oktober lalu. Penembakan itu terjadi di luar rumah wanita itu di Glorida, sebuah wilayah pinggiran Mindoro, yang berjarak 170 kilometer dari ibu kota Manila.
Polisi yang dikerahkan ke lokasi kejadian, langsung mengejar para pelaku tanpa mengetahui identitas mereka sebelumnya. Otoritas setempat menyatakan, motif pembunuhan itu belum diketahui pasti.
Almeranez menjabat Kepala Kepolisian Socorro, salah satu kota kecil di Gloria bagian utara. Sedangkan Pimentel tergabung dalam unit kepolisian lainnya di Mindoro. Kini keduanya dirawat di rumah sakit atas luka tembak yang mereka derita dan ada di bawah pengawasan ketat kepolisian setempat.
Kepolisian setempat dalam pernyataan terbarunya, menegaskan keduanya telah dicopot dari posisi masing-masing.
Baca juga: Duterte Bentuk Satgas Pelindung Jurnalis di Filipina
Baik Ameranez maupun Pimentel akan segera disidangkan atas dakwaan pembunuhan, juga untuk dakwaan percobaan pembunuhan karena menembaki polisi yang menngejar mereka.
Kasus ini terjadi saat kepolisian Filipina sedang gencar melakukan perang melawan kriminal dan narkoba yang menewaskan lebih dari 3.300 orang, sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat pada 30 Juni lalu. Separuh mereka yang tewas merupakan tersangka narkoba yang ditembak mati polisi, sedangkan separuh lagi tewas di tangan pembunuh bayaran yang identik menggunakan sepeda motor. Tidak ada indikasi yang menunjukkan kasus di Mindoro ini terkait dengan kasus narkoba.
(nvc/nwk)










































