Korut Diprediksi Siapkan 'Kejutan' Saat Pilpres AS

Korut Diprediksi Siapkan 'Kejutan' Saat Pilpres AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 18:05 WIB
Korut Diprediksi Siapkan Kejutan Saat Pilpres AS
Foto dokumentasi Kim Jong Un saat memantau uji coba rudal Korut beberapa waktu lalu (KCNA/Files via Reuters)
Washington - Kajian terbaru menyebut Korea Utara (Korut) tengah mempersiapkan 'kejutan' untuk masa-masa pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November mendatang. Kejutan ini merujuk pada aksi provokasi selanjutnya, yang bisa berbentuk peluncuran rudal atau uji coba nuklir terbaru.

Menurut studi yang dilakukan Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS), seperti dilansir CNN, Selasa (4/10/2016), selama 60 tahun terakhir, pemimpin Korut selalu berusaha memicu ketegangan saat masa-masa digelar pemilihan umum di AS, khususnya dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Jelang Musim Dingin, 600 Ribu Orang Jadi Korban Banjir Korut

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai contoh, Korut menggelar uji coba rudal dan kemudian uji coba nuklir sesaat setelah Presiden Barack Obama terpilih.

"Melakukan uji coba besar mungkin akan menjadi cara untuk mengintimidasi presiden (AS) selanjutnya," ucap salah satu penulis kajian tersebut, Victor Cha.

"Korut memilih jendela khusus yang yang mereka tahu akan mendapat perhatian maksimal dari dunia, dan khususnya AS," imbuhnya.

"Bisa jadi uji coba nuklir keenam, bisa juga peluncuran roket yang membawa satelit ke orbit," sebut Cha.

Baca juga: Presiden Korsel Undang Warga Korut Membelot ke Wilayahnya

Di sisi lain, sejumlah pakar melihat ada perubahan dalam bentuk provokasi Korut, yakni dari aksi simbolis ke uji coba militer konkret. Perubahan terjadi sejak Kim Jong Un menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong Il, tahun 2011.

Para pakar melihat ada pengurangan aksi provokasi mematikan, seperti pengeboman Pulau Yeonpyeong yang menjadi sengketa tahun 2010 dan juga penenggelaman kapal perang Korea Selatan Cheonan dengan torpedo tahun 2010.

Hanya satu aksi konkret yang terjadi baru-baru ini, saat Korut di bawah Kim Jong Un, yakni pemasangan ranjau di zona demiliterisasi yang melukai dua tentara Korsel, tahun lalu.

"Tidak ada yang seagresif seperti yang kita lihat saat dipimpin sang ayah. Kim Jong Un, dengan pengecualian krisis pada Agustus tahun lalu, dia cenderung membatasi provokasinya pada uji coba rudal, uji coba nuklir dan serangan dunia maya," sebut pengamat pemimpin Korut dari CNA Corp, Ken Gause.

Baca juga: Korsel Siapkan Pasukan untuk Habisi Kim Jong Un Jika Ada Serangan Nuklir

Kendati demikian, dalam beberapa waktu terakhir, Korut mengalami lonjakan besar dalam rekor uji coba persenjataan. Jumlah itu termasuk 15 kali uji coba rudal di sepanjang tahun 2016 saja.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini