Dilaporkan televisi nasional Jepang, NHK, seperti dilansir AFP, Senin (3/10/2016), kematian 46 pasien terkait dengan kematian dua pasien lanjut usia itu. Autopsi terhadap dua jasad pasien kakek-kakek itu menunjukkan kematian keduanya disebabkan oleh zat kimia dalam disinfektan.
Sozo Nishikawa dan Nobuo Yamaki, yang sama-sama berusia 88 tahun, ditemukan tewas di rumah sakit Yokohama, bulan lalu. Dalam kasus kematian dua pasien lanjut usia itu, polisi mencurigai zat kimia sengaja disuntikkan ke dalam infus pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil autopsi itu memicu penyelidikan yang lebih luas untuk kematian 46 pasien lainnya di rumah sakit yang sama sejak awal Juli. Meskipun beberapa pasien diketahui menderita penyakit yang sangat serius.
Penyelidikan menemukan bahwa ada staf rumah sakit yang menemukan bekas lubang suntikan di sebanyak 10 kantong infus yang disimpan dekat bagian perawat di lantai yang sama tempat kedua pasien yang tewas diracun itu.
Kebanyakan para pasien yang kematiannya tengah diselidiki, telah dikremasi jasadnya. Hal ini mempersulit penyidik kepolisian setempat untuk mencari tahu penyebab kematian mereka yang sebenarnya.
Baca juga: Pembantaian di Panti Disabilitas di Jepang Dilakukan Saat Korban Tidur
Belum ada tersangka maupun pihak tertentu yang dicurigai bertanggung jawab dalam kasus ini.
Penyelidikan di rumah sakit Yokohama ini dilakukan selang dua bulan setelah 19 orang yang dirawat di pusat gangguan mental tewas dibunuh. Pada tahun 2000 lalu, seorang perawat pria diadili atas dakwaan pembunuhan satu pasien dan percobaan pembunuhan empat pasien lainnya dengan racun di sebuah kilinik di Sendai, Jepang bagian utara.
(nvc/bpn)











































