Seperti dilansir AFP, Kamis (1/9/2016), kepolisian setempat tidak menyebut rinci identitas pengungsi yang tewas terbakar itu. Hanya disebut pengungsi itu berusia 45 tahun dan sudah tidak asing bagi kepolisian setempat. Tidak disebut asal kewarganegaraan pengungsi itu.
Insiden ini terjadi di kamp penampungan pengungsi di Ruedesheim, dekat Sungai Rhine. Wanita yang menjadi korban juga seorang pengungsi dan diketahui sudah berpisah dengan suaminya, yang mencoba membakarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyebut, korban wanita dilarikan ke rumah sakit setempat dengan helikopter. Tidak dijelaskan lebih lanjut kondisi wanita itu, namun luka-lukanya dilaporkan serius. Motif aksi pembakaran ini tidak diketahui pasti.
Insiden itu juga memicu kebakaran pada gedung yang menjadi kamp pengungsian bagi 14 pengungsi itu. Polisi menyebut, dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut.
Sepanjang tahun lalu, otoritas Jerman menampung sekitar 1 juta pengungsi dari wilayah konflik seperti Suriah dan Irak. Untuk tahun ini, Jerman memperkirakan akan menampung 300 ribu pengungsi lainnya.
Baca juga: Kanselir Jerman Ingatkan Uni Eropa Tak Bisa Menolak Pengungsi Muslim
Aliran pengungsi besar-besaran memaksa otoritas Jerman untuk menempatkan mereka di luar kamp penampungan, seperti di hostel, aula olahraga dan barak militer. Kondisi yang ramai dan sesak seringkali memicu bentrokan dan aksi kekerasan antara sesama pengungsi.
(nvc/trw)











































