Tembak Mati Pekerja Konstruksi, Pria Jepang Dibekuk Usai Dikepung 17 Jam

Tembak Mati Pekerja Konstruksi, Pria Jepang Dibekuk Usai Dikepung 17 Jam

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 19:50 WIB
Tembak Mati Pekerja Konstruksi, Pria Jepang Dibekuk Usai Dikepung 17 Jam
Ilustrasi
Tokyo - Seorang pelaku penembakan di Jepang akhirnya ditangkap polisi setelah pengepungan yang berlangsung selama 17 jam. Pelaku menembak mati seorang pekerja konstruksi dan melukai tiga orang lainnya.

Seperti dilansir AFP, Rabu (31/8/2016), pelaku yang bernama Yasuhide Mizobata ini melarikan diri ke dalam apartemen di wilayah Wakayama, yang berjarak 450 kilometer dari Tokyo pada Selasa (30/8) sore, setelah menembaki polisi yang hendak menangkapnya, berulang kali.

Mizobata mengurung diri di dalam gedung apartemen itu semalaman. Polisi mengepung gedung apartemen itu dengan mengerahkan personel bersenjata lengkap dan membujuknya untuk menyerahkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Topan Lionrock Tewaskan 9 Orang di Panti Jompo Jepang

Tayangan televisi setempat menunjukkan Mizobata membawa dua pistol saat dirinya berdiri di atas salah satu struktur bangunan apartemen. Laporan media menyebut, Mizobata sempat mengancam akan menembak polisi dan mengancam akan bunuh diri selama dikepung. Seluruh isi gedung apartemen itu telah dievakuasi saat insiden ini terjadi dan warga sekitar diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah masing-masing.

Selang 17 jam kemudian, dilaporkan televisi ternama Jepang NHK, Mizobata menembak dirinya di bagian perut. Media Jepang lainnya, Jiji Press, juga melaporkan bahwa pelaku menembak dirinya sendiri. Namun tidak diketahui pasti kondisi terbaru Mizobata.

Tayangan NHK menunjukkan para personel kepolisian menyerbu gedung apartemen setelah mendengar suara tembakan. Kemudian sebuah ambulans yang diduga membawa pelaku, bergerak keluar dari kompleks apartemen. NHK memastikan, Mizobata telah berada dalam penahanan kepolisian.

Baca juga: Asyik Main Pokemon Go, Pengemudi Truk di Jepang Tewaskan Pejalan Kaki

Kasus ini berawal ketika polisi memburu Mizobata yang melakukan penembakan saat rapat di kantor perusahaan konstruksi setempat. Mizobata dilaporkan merupakan anak pemilik perusahaan itu. Korban Mizobata yang bernama Junsuke Ishiyama (45) tewas akibat luka tembakan yang dideritanya. Sedangkan tiga orang lainnya luka-luka.

Motif penembakan itu tidak diketahui pasti. Namun dilaporkan media lokal, Sankei Shimbun, bahwa Mizobata telah divonis penjara atas dakwaan narkoba dan dijadwalkan masuk penjara pada Senin (29/8) waktu setempat.

(nvc/dnu)


Berita Terkait