FBI Selidiki Keterlibatan Warga AS dalam Kasus Korupsi Eks Presiden Ukraina

FBI Selidiki Keterlibatan Warga AS dalam Kasus Korupsi Eks Presiden Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2016 14:24 WIB
FBI Selidiki Keterlibatan Warga AS dalam Kasus Korupsi Eks Presiden Ukraina
Lukisan Viktor Yanukovych (AFP PHOTO/SERGEI SUPINSKY)
Washington - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyelidiki dugaan keterlibatan warga AS dalam kasus korupsi mantan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych. Paul Manafort, bekas ketua tim kampanye Donald Trump, dan Tony Podesta, kerabat ketua tim kampanye Hillary Clinton, terseret kasus itu.

Dilaporkan media AS, CNN, dengan mengutip sejumlah pejabat penegak hukum AS, seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/8/2016), penyelidikan fokus pada dugaan keterlibatan perusahaan AS maupun sistem finansial AS dalam korupsi yang dilakukan partai yang menaungi Yanikovych, yang pro-Rusia.

Penyelidikan dilakukan FBI bersama Departemen Kehakiman AS. Penyelidikan difokuskan pada kinerja perusahaan yang dipimpin Manafort dan beberapa perusahaan AS lainnya, termasuk Podesta Group.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ketua Tim Kampanye Donald Trump Mundur

Podesta Group yang merupakan perusahaan public relation (PR) dipimpin oleh Tony Podesta, yang merupakan saudara laki-laki John Podesta yang dikenal sebagai ketua tim kampanye capres Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Sedangkan Manafort pernah menjabat ketua tim kampanye capres Partai Republik, Donald Trump, sebelum mengundurkan diri pada Jumat (19/8). Alasan pengunduran diri Manafort tak diungkap ke publik, namun memicu berbagai spekulasi di tengah namanya yang diseret-serat dalam kasus korupsi di Ukraina.

Beberapa pejabat AS menuturkan kepada CNN, bahwa Manafort tidak menjadi fokus dalam penyelidikan FBI ini. Pengacara Manafort, Richard Hibey, enggan mengomentari isu ini.

Baca juga: Donald Trump Mengaku Sesali Komentar-komentar Kontroversialnya

Namun sebelumnya dilaporkan media AS lainnya, New York Times, bahwa Manafort menerima pembayaran tunai dengan nilai lebih dari US$ 12 juta, selama 5 tahun, yang tercantum dalam buku besar rahasia milik Partai Kawasan yang menaungi Yanukovych.

Dalam tanggapannya terhadap laporan New York Times, awal pekan ini, Manafort menyangkal adanya ketidakpantasan. "Saya tidak pernah menerima 'pembayaran tunai di luar pembukuan' seperti yang 'dilaporkan' secara salah oleh New York Times, saya juga tidak pernah bekerja untuk pemerintah Ukraina maupun Rusia," tegasnya.

Penyidik di Ukraina menyatakan Yanukovych dan partainya melakukan praktik korupsi secara luas. Yanukovych kabur ke Rusia usai terjadi kerusuhan besar-besaran di Ukraina pada tahun 2014 lalu.

Paul Manafort (REUTERS/Carlo Allegri)


(nvc/trw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads