Pesawat transportasi militer jenis Antonov AN-32 milik Angkatan Udara India ini, membawa 29 orang saat lepas landas dari Chennai, India bagian selatan, pada pagi hari tanggal 22 Juli. Saat itu, pesawat terbang menuju Port Blair, pangkalan militer India di Kepulauan Andaman dan Nicobar.
Penerbangan itu memakan waktu 3 jam, namun sekitar 42 menit usai lepas landas, pesawat terlihat miring ke kiri kemudian menurunkan ketinggian dengan cepat dari 7 ribu meter dan menghilang dari radar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Angkut 29 Personel Militer, Pesawat Angkatan Udara India Hilang dari Radar
Beberapa menit sebelum menghilang, sebut Parrikar, pilot pesawat mengaku berbelok ke kanan untuk menghindari awan mendung yang besar. Pada saat itulah pesawat menghilang dari radar, atau selang 8-10 menit sebelum pesawat mencapai batas jangkauan radar di area tersebut.
Port Blair, yang masih termasuk wilayah India, merupakan ibu kota Kepulauan Andaman dan Nicobar di wlayah Samudera Hindia. Kepulauan itu terdiri atas 500 pulau, namun hanya tiga pulau yang dihuni.
Sejak saat itu, tim pencari dikerahkan dan terus menyisir area Teluk Benggala untuk mencari pesawat militer itu. Pencarian sinyal darurat dengan alat transmisi pencari juga dikerahkan. Namun sayang, upaya itu tak membuahkan hasil.
Juru bicara Angkatan Udara India, Anupam Banerjee, menyatakan lebih dari 1.000 jam dihabiskan untuk terbang menyusuri area yang menjadi lokasi hilangnya pesawat. Sedangkan Angkatan Laut India mengerahkan lima kapal dan beberapa pesawat untuk membantu pencarian.
Baca juga: Pesawat Militer India Berbelok dan Hilang Ketinggian Drastis Sebelum Hilang
Kapal yang melakukan pencarian termasuk sebuah kapal survei yang dilengkapi sonar untuk memindai dasar laut hingga kedalaman 4 kilometer, dan juga sebuah kapal selam. Namun tetap saja tim pencari tidak menemukan petunjuk keberadaan pesawat. Beberapa puing muncul di laut, tapi hasilnya nihil alias tidak berkaitan dengan pesawat yang hilang.
(nvc/trw)











































