Dilansir Reuters, Minggu (7/8/2016), sebelum menjalankan aksinya pria tersebut sempat meneriakian kalimat takbir 'Allahu Akbar'. Peristiwa itu terjadi di luar kantor polisi utama di kota Belgia selatan, Charleroi pada hari Sabtu (6/8/2016) waktu setempat. Setelah melukai 2 polisi wanita, pria itu akhirnya berhasil ditembak mati oleh polisi lain yang berada tidak jauh dari lokasi.
Perdana Menteri Belgia Charles Michel langsung mengeluarkan pernyataan lewat jejaring sosial Twitter. Dalam cuitannya Charles mengutuk serangan tersebut. Selain Charles, Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon mengatakan bahwa tindakan terorisme tersebut adalah sebuah tindakan pengecut.
"Yang menjadi pikiran saya adalah para korban, orang yang mereka cintai, dan polisi. Kami akan terus mengikuti situasi ini secara cermat," cuit Charles.
Sebelum kejadian terorisme kali ini, Belgia sudah pernah diguncang oleh serangan terorisme. Yaitu serangan bom bunuh diri di Bandara Brussels pada bulan Maret lalu. Pada serangan bom bunuh diri tersebut 32 orang meninggal dunia.
(dhn/dhn)











































