DetikNews
Sabtu 06 Agustus 2016, 13:47 WIB

Rencana Serangan Roket Digagalkan, Warga Singapura Diimbau Lebih Waspada

Novi Christiastuti - detikNews
Rencana Serangan Roket Digagalkan, Warga Singapura Diimbau Lebih Waspada Ilustrasi (REUTERS/Edgar Su/File Photo)
Singapura - Otoritas Singapura menyerukan warganya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teror. Hal ini setelah enam terduga teroris yang ditangkap di Batam, terungkap berencana menyerang Marina Bay di Singapura dengan roket.

"Ini menunjukkan bagaimana musuh-musuh kita memikirkan cara berbeda untuk menyerang kita," ucap Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, dalam akun Facebook-nya, mengomentari rencana serangan itu, seperti dilansir Reuters, Sabtu (6/8/2016).

"Para teroris ... akan mencari cara untuk melewati pos keamanan kita, mereka juga akan berusaha melancarkan serangan dari luar. Ditambah lagi serangan lone wolf dari kelompok maupun individu yang diradikalisasi. Kita harus lebih waspada," imbuh Shanmugam.

Dalam pernyataan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Indonesia, sejak penggagalan rencana serangan ini.

Baca juga: 6 Terduga Teroris Berniat Serang Marina Bay, Singapura Tingkatkan Pengamanan

Enam terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 Polri, pada Jumat (5/8) pagi, di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Keenam terduga teroris ini diketahui sebagai anggota kelompok KGR alias Katibah Gigih Rahmat, yang juga terkait dengan jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta dan juga Bahrun Naim yang diketahui bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam keterangannya menyebut, kelompok terduga teroris ini pernah merencanakan untuk meluncurkan roket dari Batam dengan tujuan Marina Bay Singapura. Marina Bay merupakan lokasi berbagai fasilitas di Singapura, mulai dari waterfront, bianglala raksasa, resort kasino, juga lokasi sirkuit Formula One.

Singapura yang penduduknya terdiri atas berbagai etnis berbeda, selama ini memiliki citra sebagai salah satu negara teraman di dunia. Negara ini belum pernah mengalami serangan teror yang signifikan dampaknya.

Meskipun beberapa saat usai tragedi 11 September 2001 lalu, otoritas Singapura menggagalkan sejumlah rencana pengeboman beberapa kedutaan besar di wilayahnya. Sedangkan tahun 2002, seorang militan Singapura dituding berencana membajak sebuah pesawat dan menjatuhkannya di bandara setempat.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyebut Singapura juga menjadi target ISIS, meskipun tidak ikut dalam operasi militer Amerika Serikat melawan ISIS di Irak dan Suriah. Hal ini, menurut PM Lee, karena citra Singapura sebagai negara rasional, terbuka dan kosmopolitan dengan penduduk dari berbagai belahan dunia.


(nvc/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed