Donald Trump Ingin 'Pukul' Pembicara Partai Demokrat yang Mengkritiknya

Donald Trump Ingin 'Pukul' Pembicara Partai Demokrat yang Mengkritiknya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Jul 2016 13:23 WIB
Donald Trump Ingin Pukul Pembicara Partai Demokrat yang Mengkritiknya
Donald Trump (REUTERS/Carlo Allegri)
Iowa - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, kembali melontarkan komentar kontroversial. Trump mengaku ingin 'memukul' sejumlah pembicara dalam Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia yang mengkritik dirinya.

"Saya ingin memukul satu orang sebenarnya, seorang pria yang sangat kecil. Saya akan memukul pria ini sangat keras hingga kepalanya berputar, dia tidak akan tahu apa yang terjadi," ucap Trump saat berbicara dalam kampanye di Davenport, Iowa, seperti dilansir CNN, Jumat (29/7/2016).

Pernyataan Trump itu merujuk pada salah satu pembicara yang tampil dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar sejak Senin (25/7) hingga Kamis (28/7) di Philadelphia, Pennsylvania. Banyak tokoh politik Partai Demokrat yang tampil dalam konvensi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Hillary Clinton Sebut Donald Trump Ingin Memisahkan AS dari Dunia

Trump tidak menyebut secara jelas nama pembicara di Konvensi Demokrat yang dia maksud. Trump hanya menyebut pria itu muncul tiba-tiba entah dari mana dan pernah bekerja bersama dirinya di masa lalu.

"Dia pernah membuat kesepakatan dengan saya. "Bersediakah Anda membantu saya? Bersediakah Anda membuat kesepakatan ini dan menyelesaikan masalahnya?' Saya menyelesaikan masalahnya," tutur Trump soal hubungannya dengan pria yang ingin dia pukul.

"Dia mengatakan banyak hal soal saya, saya tidak pernah bertemu lagi dengannya. Maksud saya, hal-hal yang dia katakan soal saya. Maksud saya, haruskah saya sebut namanya?" imbuhnya.

Baca juga: Mantan Wali Kota New York: Presiden Trump? 'Tuhan Tolong Kami'

CNN menyebut, Trump lebih sering menggunakan kata 'hit' atau 'pukul' dengan maksud 'menyerang secara verbal', bukan 'kontak fisik'. Sedangkan tim kampanye Trump belum menanggapi permintaan untuk mengklarifikasi soal pria yang dibahas Trump dalam kampanye di Davenport, Iowa tersebut.

Beberapa pembicara dalam Konvensi Partai Demokrat memang menyinggung Trump, termasuk mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg. Dalam pidatonya, Bloomberg menyatakan dukungan mengejutkan untuk capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan menyebut Trump sebagai demagog berbahaya. Demagog merupakan sebutan untuk sosok yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat demi memperoleh kekuasaan.

Trump mengaku telah memberitahu seorang temannya soal keinginannya membalas orang-orang yang mengkritiknya dalam Konvensi Demokrat. Menurut Trump, temannya yang disebutnya sebagai 'gubernur sangat hebat' itu memintanya tetap fokus menyerang Hillary, bukan tokoh Partai Demokrat lainnya.

"Dia bilang, 'Jangan pukul di sana. Jangan menanggapinya. Anda punya satu orang untuk dikalahkan. Dia adalah Hillary Rodham Clinton.' Saya bilang, 'Tapi saya sangat ingin (membalas). Saya tidak suka apa yang mereka katakan karena banyak kebohongan. Tidak semuanya, tapi kebanyakan bohong.' Saya bilang, 'Saya sangat ingin (membalas) ... itu membuat saya merasa lebih baik," tandas Trump.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads