"Amerika sudah hebat. Amerika sudah kuat. Dan saya menjanjikan kepada Anda, kekuatan kita, kehebatan kita, tidak bergantung pada Donald Trump," tegas Obama dalam pidatonya di hadapan Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (28/7/2016).
Baca juga: Obama: Tak Ada yang Lebih Layak dari Hillary untuk Menjadi Presiden AS
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ronald Reagan menyebut Amerika bagaikan 'kota berkilauan di bukit'. Donald Trump menyebutnya sebagai 'lokasi kriminal yang terpecah-belah' yang hanya bisa dipulihkan oleh dirinya," sebut Obama merujuk pada Presiden ke-40 AS Ronald Reagan.
"Tidak menjadi persoalan baginya (Trump) bahwa imigrasi ilegal dan angka kejahatan selalu rendah, seperti yang terjadi beberapa dekade terakhir, karena dia tidak menawarkan solusi nyata untuk isu-isu itu. Dia hanya menawarkan slogan-slogan, dan dia menawarkan rasa takut. Dia bertaruh jika dia membuat sejumlah orang ketakutan, dia mungkin akan mendapat cukup suara untuk memenangkan pemilu ini," ujar Obama.
Baca juga: Donald Trump Tantang Rusia Untuk Meretas Email Hillary Clinton
"Dalam taruhan itu, Donald Trump akan kalah. Karena dia meremehkan rakyat Amerika. Kita bukan orang-orang rapuh dan penuh ketakutan. Kekuatan kita tidak datang dari sosok yang mengklaim diri sebagai sang penyelamat, yang menjanjikan dirinya sendiri yang bisa mengembalikan ketertiban. Kita tidak ingin diperintah," imbuhnya.
Dalam pidatonya, Obama berusaha meyakinkan rakyat AS bahwa nilai dan norma Amerika tidak didasarkan pada ras, agama maupun preferensi politik. "Itulah mengapa, siapa saja yang mengancam nilai-nilai kita, baik itu fasis atau komunis atau militan atau demagog yang tumbuh di negara ini, akan selalu gagal pada akhirnya," cetus Obama.
Demagog merupakan sebutan untuk sosok yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat demi memperoleh kekuasaan. Beberapa media AS menyebut istilah 'demagog yang tumbuh di negara ini' atau 'homegrown demagog' itu secara tidak langsung ditujukan pada Trump.
Baca juga: Eks Direktur CIA Sebut Donald Trump Tak Layak Jadi Presiden AS
(nvc/ita)











































