Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/7/2016), peningkatan keamanan sebagai langkah pencegahan ini, diberlakukan di seluruh bagian bandara pada Rabu (27/7) waktu setempat. Disebutkan kepolisian Jenewa, peningkatan keamanan ini terus dilakukan hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Personel kepolisian dengan senjata senapan mesin dikerahkan di sekitar bandara Cointrin, yang terletak di perbatasan Swiss dengan Prancis. Seluruh peningkatan keamanan itu dilakukan dengan didasarkan pada informasi kepolisian Prancis yang tidak disebut lebih lanjut isinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi Jenewa memeriksa calon penumpang di bandara Cointrin (REUTERS/Marina Depetris) |
Sedangkan pejabat bandara setempat mengatakan, peringatan itu dipicu oleh panggilan telepon dari orang yang tak menyebutkan namanya. "Ada peringatan bom," sebut sumber keamanan setempat kepada Reuters.
Peningkatan keamanan juga dilakukan di sisi perbatasan Prancis. "Penyelidikan akan menentukan fakta, tapi bukan dari kami... Penyidik Prancis akan terus memberikan informasi kepada kami," terang juru bicara kepolisian Jenewa, Guillaume Gentil, kepada Reuters.
"Situasi di bandara cenderung tenang," imbuhnya.
Polisi bersenjata bersiaga di pintu masuk bandara Cointrin (REUTERS/Marina Depetris) |
Prancis saat ini dalam kondisi siaga tinggi usai serangkaian serangan teror dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya pembunuhan seorang pastur saat misa pagi di Gereja Katolik di Normandy, Prancis bagian utara. Pelaku yang bersenjatakan pisau menggorok leher pastur Jacques Hamel hingga tewas.
Dengan ditingkatkannya pengamanan, biasanya sebagian besar pintu masuk bandara ditutup, dan polisi bersenjata memeriksa dokumen para calon penumpang. Namun di Bandara Cointrin, otoritas bandara menyatakan bandara tetap dibuka dan berfungsi normal.
Juru bicara Bandara Contrin, Bertrand Staempfli menyarankan penumpang untuk tiba lebih awal karena ada pemeriksaan tambahan sebelum masuk ke bandara.
(nvc/ita)












































Polisi Jenewa memeriksa calon penumpang di bandara Cointrin (REUTERS/Marina Depetris)
Polisi bersenjata bersiaga di pintu masuk bandara Cointrin (REUTERS/Marina Depetris)