Dilansir Reuters, Selasa (19/7/2016), pencabutan izin oleh Kementerian Pendidikan Turki ini salah satu upaya untuk 'bersih-bersih' oknum yang dianggap mendukung pemberontakan. Perdana Menteri Binali Yildirim berjanji untuk mengambil tindakan terhadap diduga para pendukung Gulen ini.
"Saya minta maaf, tapi organisasi teroris paralel ini tidak akan lagi menjadi pion yang efektif bagi negara mana pun," kata Yildirim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lisensi dari 21.000 guru yang bekerja di lembaga-lembaga swasta yang dikelola telah dibatalkan," kata seorang pejabat kementerian. (rna/fdn)










































