Prancis Tetapkan Masa Berkabung 3 Hari Usai Teror Truk di Nice

Prancis Tetapkan Masa Berkabung 3 Hari Usai Teror Truk di Nice

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 15 Jul 2016 19:36 WIB
Prancis Tetapkan Masa Berkabung 3 Hari Usai Teror Truk di Nice
Foto: REUTERS/Philippe Wojazer
Paris - Otoritas Prancis menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari usai teror truk yang menewaskan 84 orang. Bendera setengah tiang akan dikibarkan di Prancis selama masa berkabung itu.

Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, seperti dilansir AFP, Jumat (15/7/2016), menyatakan pengibaran bendera setengah tiang akan dimulai sejak Jumat (15/7) ini hingga tiga depan ke depan. Aturan hukum yang mengatur perluasan wewenang bagi polisi akan dibahas di parlemen pekan depan.

"Waktu berubah, Prancis harus hidup dengan terorisme, dan kita harus menghadapi ini bersama dan menunjukkan ketenangan kita," ucap PM Valls.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Baca juga: 2 Anak Jadi Korban Tewas Teror Truk di Nice, 50 Anak Lainnya Luka-luka

"Prancis adalah negara yang hebat dan memiliki demokrasi yang hebat dan kita tidak akan membiarkan negara kita didestabilisasi," imbuhnya.

"Kita harus membawa bangsa Prancis bersatu. Satu-satunya tanggapan bermartabat (terhadap teror truk) adalah Prancis tetap berpegang pada semangat 14 Juli, Prancis yang bersatu dengan nilai-nilanya," tegas PM Valls.

Selain masa berkabung, Prancis juga memutuskan memperpanjang masa darurat hingga 3 bulan ke depan. Masa darurat di Prancis seharusnya berlaku hingga 26 Juli mendatang, usai berbagai serangan teror sebelumnya.

Baca juga: AS Pastikan 2 Warganya Tewas dalam Teror Truk di Nice

Momen 14 Juli menjadi perayaan Bastille Day atau hari kemerdekaan Prancis, yang menandai dimulainya Revolusi Prancis tahun 1789. Momen ini ditetapkan sebagai hari libur nasional di Prancis. Perayaan Bastille Day digelar dengan parade militer dan pertunjukan kembang api.

Pelaku mengemudikan truk seberat 19 ton itu secara zig-zag sejauh 2 kilometer sambil menerjang orang-orang yang berkumpul di Promenade des Anglais. Serangan dilakukan saat orang-orang asyik menyaksikan kembang api dalam rangka perayaan 14 Juli.

Otoritas Prancis belum merilis secara resmi identitas pelaku. Namun media lokal Prancis menyebut pelaku bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Sejauh ini korban tewas mencapai 84 orang, termasuk dua anak-anak dan dua warga negara AS.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads