DetikNews
Kamis 14 Juli 2016, 18:48 WIB

Israel Buka Perlintasan Utama Gaza Setelah 9 Tahun Diblokade

Novi Christiastuti - detikNews
Israel Buka Perlintasan Utama Gaza Setelah 9 Tahun Diblokade Ilustrasi (REUTERS/Mohamad Torokman)
Gaza City - Otoritas Israel membuka perlintasan utama antara wilayahnya dengan Gaza. Hal ini berarti membuka kembali akses kendaraan yang membawa barang-barang ke Gaza, untuk pertama kalinya dalam 9 tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/7/2016), fotografer AFP melaporkan adanya aliran barang melalui perlintasan Erez yang menjadi jalan masuk ke wilayah Palestina. Perlintasan itu diblokade Israel selama satu dekade terakhir.

Perlintasan Erez terlarang bagi setiap warga Palestina sejak tahun 2007, dengan aliran barang disalurkan melalui perlintasan Kerem Shalom, Gaza bagian selatan. Selama beberapa bulan terakhir, warga Israel di sekitar wilayah perbatasan itu mengeluhkan ratusan truk yang melintasi setiap hari, yang dianggap memicu kepadatan lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pada Mei lalu, mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon menyatakan perlintasan Erez akan dibuka demi mempermudah aliran barang ke dalam wilayah Gaza dan juga demi mengurangi kepadatan lalu lintas di Kerem Shalom.

Dalam pernyataannya, juru bicara COGAT, badan di Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas penerapan kebijakan pemerintah di wilayah Palestina, mengkonfirmasi bahwa kendaraan diperbolehkan masuk ke Gaza melalui perlintasan Erez.

"Langkah ini dilakukan untuk memfasilitasi kinerja para importir Palestina dan juga membantu perekonomian Jalur Gaza," ucap juru bicara yang tidak menyebut namanya itu kepada AFP.

Secara terpisah, asosiasi pemilik kendaraan Palestina di Gaza menyebut, sekitar 110 kendaraan tiba di wilayah mereka melalui perlintasan Erez. Berlokasi di wilayah Jalur Gaza sebelah utara, perlintasan Erez terletak di dekat kota-kota besar Israel dan mempermudah penyaluran barang dari kota pelabuhan Israel seperti Ashdod.

Israel memberlakukan blokade bagi Gaza selama satu dekade terakhir, dengan alasan mencegah pergerakan kelompok Hamas yang menguasai Gaza. Menurut Bank Dunia dan PBB, blokade yang diberlakukan Israel itu mematikan seluruh ekspor dari Gaza juga memperlemah ekonomi di wilayah tersebut.

Diapit oleh wilayah Mesir, Israel dan Laut Mediterania, Jalur Gaza menjadi rumah bagi 1,9 juta warga Palestina.


(nvc/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed