Pesan David Cameron untuk PM Baru: Jaga Inggris Selalu Dekat Uni Eropa

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Jul 2016 19:37 WIB
Theresa May (REUTERS/Neil Hall)
London - Sebelum mengakhiri jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris, David Cameron memiliki pesan khusus bagi penggantinya, Theresa May. Cameron mendorong May untuk menempatkan Inggris tetap dekat dengan Uni Eropa, meski sudah keluar dari blok negara-negara Eropa itu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/7/2016), pesan itu disampaikan Cameron dalam sesi tanya jawab terakhirnya di parlemen. Cameron akan menyerahkan jabatannya pada May pada Rabu (13/7) malam waktu Inggris, setelah dia mengajukan pengunduran diri pada Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham.

"Saran saya untuk pengganti saya, yang merupakan seorang perunding yang cemerlang, agar kita berusaha selalu dekat dengan Uni Eropa demi keuntungan perdagangan, kerja sama dan keamanan," sebut Cameron di hadapan parlemen Inggris.

Baca juga: Segera Jadi PM Baru, Theresa May Janjikan Inggris Sukses Keluar Uni Eropa

"Terusannya (Inggris) tidak akan semakin luas begitu kita meninggalkan Uni Eropa dan itulah hubungan yang harus kita jaga. Itu akan bagus bagi Inggris dan bagus juga bagi Skotlandia," imbuhnya.

Pernyataan terakhir disampaikan Cameron saat menjawab pertanyaan soal Skotlandia, yang mayoritas warganya memilih tetap bergabung Uni Eropa saat referendum 23 Juni lalu. Hasil referendum Brexit yang menyatakan lebih dari 50 persen rakyat Inggris ingin keluar Uni Eropa, mendasari pengunduran diri Cameron, yang menyerukan sebaliknya kepada rakyatnya.

Pada hari yang sama usai hasil referendum diumumkan, Cameron menyatakan mundur dari jabatannya. Saat itu, Cameron menyebut pengunduran dirinya resmi baru akan diajukan pada Oktober mendatang.

Baca juga: Saat David Cameron Bersenandung Usai Umumkan PM Inggris yang Baru

Namun awal pekan ini, Cameron secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya dipercepat. Dia menyatakan akan mengajukan pengunduran diri kepada Ratu Elizabeth II pada Rabu (13/7) sore, sehingga PM yang baru akan resmi menjabat pada malam harinya.

May yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri Inggris, memiliki banyak pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Mulai dari membentuk pemerintahan baru, merundingkan perceraian Inggris dari Uni Eropa, mengurus perdagangan, perekonomian dan masalah imigran, hingga menyatukan partainya Partai Konservatif juga rakyat Inggris yang terpecah saat referendum Brexit.

Dalam pernyataan sebelumnya, May menjanjikan Inggris akan tetap sukses usai keluar Uni Eropa. May memiliki rencana menunjuk menteri khusus untuk menangani soal Brexit. Dia juga berjanji memperjuangkan hak perusahaan-perusahaan Inggris untuk tetap ikut perdagangan dalam pasar tunggal Uni Eropa.

(nvc/nwk)