Bom Kembali Guncang Turki, Donald Trump: Sadarkah Dunia Apa yang Terjadi?

Bom Kembali Guncang Turki, Donald Trump: Sadarkah Dunia Apa yang Terjadi?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 11:42 WIB
Bom Kembali Guncang Turki, Donald Trump: Sadarkah Dunia Apa yang Terjadi?
Donald Trump (REUTERS/Chris Aluka Berry)
Washington DC - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengomentari serangan teror yang mengguncang bandara Ataturk, Istanbul, Turki. Trump menyerukan AS harus mampu menghindari teror serupa.

"Terjadi lagi serangan teroris, kali ini di Turki. Akankah dunia menyadari apa yang sedang terjadi? Sungguh menyedihkan," ucap Trump melalui akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, seperti dilansir CNN, Rabu (29/6/2016).

"Kita harus melakukan semuanya yang kita mampu untuk menjauhkan terorisme mengerikan ini dari Amerika Serikat," imbuh pengusaha real estate asal New York ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: AS Mengutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Istanbul

Tiga pelaku meledakkan diri di dalam dan di luar gedung terminal bandara Ataturk, Istanbul pada Selasa (28/6) malam. Sebelum meledakkan diri, para pelaku menembaki orang-orang yang ada di dalam dan sekitar gedung secara membabi-buta. Serangan teror itu menewaskan 36 orang dan melukai 147 orang lainnya.

Tentara Turki berjaga di kompleks bandara Ataturk Turki (REUTERS/Murad Sezer)

Secara terpisah, kandidat capres AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, memberikan komentar yang lebih tenang. Mantan Ibu Negara AS ini menyatakan AS tidak bisa mundur untuk memerangi terorisme, usai serangan teror seperti ini.

Situasi di bandara Ataturk usai serangan bom (REUTERS/Murad Sezer)

"Serangan hari ini di Istanbul hanya memperkuat tekad kita untuk mengalahkan wajah terorisme dan jihad radikal di seluruh dunia. Dan ini mengingatkan kita bahwa Amerika Serikat tidak bisa mundur," tegas Hillary, juga melalui akun Twitter-nya, @HillaryClinton.

Baca juga: Tampang Teroris dan Senjata AK-47 yang Dipakainya di Bandara Istanbul

"Kita harus memperdalam kerja sama kita dengan sekutu dan mitra kita di Timur Tengah dan Eropa untuk menghadapi ancaman ini. Kerja sama semacam itu penting dalam melindungi tanah air dan menjaga negara kita tetap aman," imbuhnya.

"Pikiran dan doa kami beserta para korban, keluarga mereka dan rakyat Turki," tandas mantan Menteri Luar Negeri AS ini.

Korban luka dalam ledakan di bandara Ataturk Turki (REUTERS/Stringer)

(nvc/ita)


Berita Terkait