DetikNews
Sabtu 11 Juni 2016, 07:16 WIB

Pemakaman Muhammad Ali

Obama Sebut Muhammad Ali Menginspirasi Dirinya Menjadi Presiden AS

Novi Christiastuti - detikNews
Obama Sebut Muhammad Ali Menginspirasi Dirinya Menjadi Presiden AS Peti jenazah Muhammad Ali saat dimasukan ke mobil jenazah (REUTERS/Michael Clevenger/POOL)
Louisville - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengutus penasihat seniornya, Valerie Jarett, untuk membacakan suratnya saat memorial mengenang Muhammad Ali di Louisville, AS. Dalam suratnya, Obama memuji Ali dengan menyebutnya sebagai wajah Amerika.

"Pria yang kita rayakan hari ini bukan hanya seorang petinju, atau penyair, atau penggerak, atau pendamai. Dia bukan hanya seorang muslim atau pria kulit hitam atau bocah Louisville," tulis Obama seperti dibacakan Jarrett dan dilansir media lokal AS, courier-journal.com, Sabtu (11/6/2016).

"Dia bahkan bukan hanya yang terhebat sepanjang masa. Dia adalah Muhammad Ali -- jauh lebih hebat dari setiap bagian. Dia lebih besar, lebih cerah dan lebih orisinal dan berpengaruh dari siapapun pada eranya. Anda tidak bisa menyainginya. Dan iya, dia juga tampan," imbuh Obama.

Baca juga: Perpisahan Mengharukan Istri dan Anak-anak Muhammad Ali

Memorial mengenang Ali ini digelar di arena olah raga KFC Yum! Center di Louisville, pada Jumat (10/6) sekitar pukul 15.00 waktu setempat, atau mundur satu jam dari jadwal seharusnya. Lebih dari 10 ribu orang hadir, ditambah ratusan selebriti dan tokoh penting seperti mantan presiden AS Bill Clinton, aktor Will Smith, mantan Gubernur California Arnold Arnold Scwarzenegger dan para mantan juara tinju dunia termasuk Mike Tyson.

"Dunia mengerumuninya dengan heran karena Muhammad Ali adalah Amerika -- tegas, menantang, pelopor, penuh kebahagiaan, tidak pernah lelah, selalu menang melawan ketidakmungkinan. Dia adalah kebebasan mendasar kita -- kebebasan beragama, kebebasan berbicara, bersemangat. Dia perwujudan dari kemampuan kita untuk meyakini diri kita sendiri," puji Obama dalam suratnya.

Baca juga: Memorial Dihadiri 10 Ribu Orang, Tokoh Lintas Agama AS Puji Muhammad Ali

Obama menambahkan, sebagai manusia, Ali tidaklah sempurna. "Ada kalanya dia mengayunkan tinju terlalu liar. Tapi melalui semua kemenangan dan kegagalannya, dia mencapai kedamaian diri yang kita semua ingin dapatkan," sebutnya.

"Dia menunjukkan bagaimana seorang 'keturunan budak' bisa menjadi bagian dari dunia dan membantu menginspirasi seorang bocah kurus dengan nama belakang aneh untuk memiliki keberanian untuk berpikir dirinya bisa menjadi apapun -- bahkan seorang presiden Amerika Serikat," ucap Obama merujuk pada dirinya sendiri.

"Muhammad Ali adalah Amerika. Dan dia akan selalu menjadi Amerika. Sungguh pria yang hebat. Sungguh sang juara yang menggembirakan," tandas Obama, yang tidak bisa menghadiri pemakaman dan memorial Ali karena harus menghadiri kelulusan putri sulungnya, Malia Obama, di Washington DC.

Penasihat senior Obama, Valerie Jarrett (AFP PHOTO/Michael B. Thomas)

(nvc/fiq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed