Sebelumnya, Ivan Henry (69) divonis bersalah atas 10 dakwaan pemerkosaan terhadap delapan wanita antara tahun 1981-1982, dalam sidang tahun 1983 silam. Namun pada tahun 2010, vonis bersalah terhadap Henry dicabut oleh pengadilan. Dia kemudian mengajukan gugatan ke pengadilan yang lebih tinggi.
Dalam putusannya, seperti dilansir AFP, Kamis (9/6/2016), hakim Pengadilan Tinggi British Columbia, Christopher Hinkson, menyinggung soal kegagalan jaksa memberikan bukti penting dalam persidangan kasus Henry. "(Jaksa) Secara serius melanggar hak Henry untuk mendapat persidangan yang adil," sebut Hinkson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dipukuli Polisi dan Disekap 4 Hari di Lemari, Pria AS Dapat Rp 301 M
Hakim menekankan tidak adanya bukti yang diajukan untuk membela terdakwa, dalam kasus ini Henry, seperti keterangan saksi mata dan bukti forensik termasuk sidik jari, juga benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian. Tidak hanya itu, hakim juga menyinggung jaksa yang tidak memberitahu Henry, bahwa kepolisian sebenarnya meyakini ada orang lain yang bertanggung jawab atas setidaknya satu kejahatan seks yang dijeratkan kepada Henry.
Dalam persidangan, Henry yang tidak didampingi pengacara, dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan pertimbangan, yang disebut hakim sebagai identifikasi saksi mata yang lemah. Tidak disebut lebih lanjut soal vonis hukuman yang dijatuhkan kepada Henry.
Saat itu, Henry juga ditetapkan sebagai pelaku kriminal berbahaya, merujuk pada level kebejatan pidana yang dilakukannya. Dengan status yang disandang Henry tersebut, negara berhak menahannya untuk jangka waktu yang tak terbatas.
Beberapa dekade kemudian, seorang pria mengaku mendalangi tiga kasus kejahatan seks, yang sebelumnya dijeratkan kepada Henry. Pria yang tidak disebut identitasnya itu akhirnya diadili dan dipenjara, namun meninggal dunia beberapa waktu setelah masuk penjara.
(nvc/ita)











































