Dilaporkan media setempat Channel 10 dan dilansir PressTV, Senin (6/6/2016), Jaksa Agung Israel menginstruksikan pengkajian terhadap dugaan aliran dana ke PM Netanyahu yang ditransfer penipu asal Prancis, Arnaud Mimran, saat masa pemilu tahun 2009. Aliran dana itu tidak dilaporkan kepada negara.
Dalam keterangannya saat persidangan di Paris, Prancis bulan lalu, Mimran mengaku memberikan dana 1 juta euro (Rp 15 miliar) untuk kampanye pemilu PM Netanyahu. "Saya mendanainya (Netanyahu) hingga 1 juta euro," ucap Mimran saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi keterangan Mimran itu dan perintah penyelidikan tersebut, kantor PM Israel menyebutnya sebagai kebohongan. Ditegaskan kantor PM Israel, Netanyahu tidak pernah menerima donasi terlarang dari Mimran.
Saat ini, Mimran masih diadili di Prancis atas tuduhan keterlibatan dalam skandal penipuan besar-besaran yang melibatkan penjualan carbon credit, semacam izin yang membolehkan suatu negara atau organisasi untuk memproduksi emisi karbon dalam jumlah tertentu dan bisa diperdagangkan. Di Prancis, kasus yang menjerat Mimran itu disebut sebagai 'pencurian abad ini'.
Penyelidikan gabungan oleh surat kabar Israel, Haaretz, dan situs media Prancis, Mediapart, yang dirilis April lalu menunjukkan bahwa Mimran membiayai liburan Netanyahu dan keluarga di Pegunungan Alpen dan French Riviera. Laporan gabungan itu menyebut, sejak awal tahun 2000-an, keluarga Mimran meminjamkan apartemen besar di Avenue Victor Hugo yang terletak di jantung ibukota Paris, kepada Netanyahu.
Baca juga: Terlalu Mahal, Biaya Perjalanan PM Netanyahu ke Luar Negeri Dipertanyakan
Beberapa waktu lalu, Netanyahu juga menjadi sorotan soal biaya perjalanan ke luar negeri. Laporan audit negara tahun 2003-2005 menunjukkan bahwa ketika masih menjabat Menteri Keuangan, Netanyahu melakukan sejumlah perjalanan ke luar negeri bersama istri dan anak-anaknya, yang didanai lembaga asing yang sarat konflik kepentingan.
Tudingan lainnya juga muncul terhadap istri Netanyahu, Sara, yang dituding menggunakan uang negara untuk membeli perabotan, membangun taman dan memperbaiki vila pribadi keluarga Netanyahu di pantai Caesarea, Israel.
(nvc/ita)











































