Terlalu Mahal, Biaya Perjalanan PM Netanyahu ke Luar Negeri Dipertanyakan

Terlalu Mahal, Biaya Perjalanan PM Netanyahu ke Luar Negeri Dipertanyakan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 14:03 WIB
Terlalu Mahal, Biaya Perjalanan PM Netanyahu ke Luar Negeri Dipertanyakan
Benjamin Netanyahu (REUTERS/Abir Sultan/Pool)
Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu polemik baru soal biaya perjalanan ke luar negeri. Laporan resmi menunjukkan biaya perjalanan Netanyahu terlalu mahal dan sarat konflik kepentingan.

Dilaporkan media Israel dan dilansir AFP, Rabu (25/5/2016), laporan audit negara untuk tahun 2003-2005 ketika Netanyahu masih menjabat Menteri Keuangan Israel, menunjukkan ada lima perjalanan Netanyahu ke luar negeri yang menjadi perhatian khusus. Dalam beberapa perjalanan, Netanyahu mengajak serta istri dan anak-anaknya.

"Sejumlah perjalanan oleh Netanyahu dan keluarganya, didanai oleh lembaga eksternal selama dia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, menyimpang dari aturan dan praktik semacam itu bisa memberikan kesan adanya keuntungan atau konflik kepentingan," demikian bunyi dokumen berbahasa Ibrani yang dirilis situs resmi lembaga audit Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Netanyahu Kecam Lomba Kartun Anti-Israel di Iran

Disebutkan dalam dokumen itu, Netanyahu tidak melaporkan pendanaan perjalanan ke luar negerinya kepada lembaga pengawas negara. "Netanyahu tidak melapor pada komisi hadiah atau komisi izin, demi memastikan bahwa menerima dana dari pihak luar merupakan bentuk penerimaan keuntungan atau hadiah yang dilarang," imbuh dokumen tersebut.

Auditor negara Yosef Shapira, yang ditugaskan mengawasi penggunaan uang negara, tengah menyelidiki tudingan merekayasa biaya pesawat yang digunakan Netanyahu, hingga dua kali lipat. Tudingan itu pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Israel, Haaretz dan Yediot Aharonot.

Shapira juga tengah menyelidiki tudingan bahwa poin bonus yang didapat Netanyahu dari maskapai Israel, El Al saat melakukan kunjungan resmi digunakan oleh kerabatnya untuk perjalanan pribadi. Laporan-laporan itu tidak menyebut adanya dugaan tindak kriminal oleh Netanyahu. Namun sejumlah temuan dalam laporan itu telah diserahkan kepada kantor Jaksa Agung Israel, sehingga tidak bisa dirilis ke publik untuk sementara.

Baca juga: PM Netanyahu Menegur Keras Petinggi Militer Israel terkait Holocaust

Sejumlah media setempat juga melaporkan bahwa Shapira khawatir jika mantan Jaksa Agung Yehuda Weinstein sengaja memperlambat penyelidikan persoalan ini, sebelum akhirnya menggugurkan tudingannya. Secara terpisah, Jaksa Agung Israel saat ini, Avichai Mandelblit, menyatakan bahwa tudingan dan persoalan itu belum pernah ditemukan sebelumnya. Mandelblit menegaskan dirinya akan menangani isu ini sesegera mungkin tanpa menunda-nunda.

"Pemeriksaan harus dilakukan secara jujur dan objektif," tegasnya.

Menanggapi hal ini, pengacara keluarga Netanyahu, Yossi Cohen, membantah tudingan itu. Cohen menegaskan, persoalan ini pernah diperiksa sebelumnya dan dinyatakan tidak ada pelanggaran yang ditemukan.

"Tidak ada apa-apa dalam laporan auditor negara," ucap Cohen kepada radio setempat.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads