Seperti dilansir Reuters, Jumat (3/6/2016), ratusan warga yang marah bergerak menuju istana Maraflores di pusat ibukota Caracas pada Kamis (2/6) waktu setempat. Mereka dihadang oleh polisi dan tentara Garda Nasional yang memblokir ruas jalan utama menuju istana presiden.
Polisi Venezuela mengejar demonstran yang kabur (REUTERS/Marco Bello) |
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang tengah mendapat tekanan terkait memburuknya krisis ekonomi di negara berpenduduk 30 juta jiwa itu, dijadwalkan akan menemui kelompok pribumi yang berunjuk rasa pada waktu yang sama. Dituturkan sejumlah saksi mata, demonstran membentuk antrean panjang di toko-toko sekitar lokasi unjuk rasa. Bahkan beberapa demonstran dilaporkan membajak sebuah truk makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tentara Venezuela Didesak untuk Segera Berpihak
Pemerintah Venezuela menuding politikus oposisi sengaja memancing kekacauan melalui unjuk rasa ini. Namun otoritas keamanan setempat melaporkan situasi dapat dikendalikan.
Meskipun negaranya tergolong sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, warga Venezuela saat ini menderita kekurangan pangan parah. Ini terjadi setelah harga barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari susu hingga tepung melonjak tajam.
Polisi Venezuela siaga di lokasi unjuk rasa (REUTERS/Marco Bello) |
Maduro menyalahkan krisis ini pada jatuhnya harga minyak secara global, juga dimunculkannya 'perang ekonomi' oleh musuh-musuh politiknya, yang dituding berniat mengkudeta dirinya.
"Setiap hari, mereka membawa kelompok yang sarat kekerasan untuk melakukan kekerasan di jalanan. Dan setiap hari, rakyat menolak mereka dan mengusir mereka," ucap Maduro dalam pidatonya di hadapan demonstran kelompok pribumi.
Baca juga: Kekurangan Pasokan Gula, Coca-cola Hentikan Produksi di Venezuela
Pengamat menyebut kekacauan ekonomi yang melanda Venezuela merupakan konsekuensi atas gagalnya kebijakan sosialis selama 17 tahun terakhir, terutama dalam mengendalikan harga dan nilai mata uang. Kelompok oposisi menyerukan digelarnya referendum pada tahun ini untuk memakzulkan Presiden Maduro. Unjuk rasa memprotes kekurangan pangan, terputusnya aliran listrik dan maraknya kejahatan terjadi nyaris setiap hari di Venezuela.
(nvc/ita)












































Polisi Venezuela mengejar demonstran yang kabur (REUTERS/Marco Bello)
Polisi Venezuela siaga di lokasi unjuk rasa (REUTERS/Marco Bello)