Kelly Hoggan menjabat Wakil Direktur TSA untuk operasional keamanan sejak Mei 2013 lalu. Dia digantikan oleh wakilnya, Darby LaJoye, yang untuk sementara akan bertindak sebagai pelaksana tugas sementara. Demikian menurut memo internal dari Direktur TSA, Peter Neffenger, yang dilihat Reuters, Selasa (24/5/2016).
Antrean panjang saat pemeriksaan keamanan di sejumlah bandara AS, pada musim semi ini, membuat banyak orang frustrasi dan bahkan membuat ribuan penumpang ketinggalan pesawat. TSA menyalahkan hal ini pada berbagai persoalan seperti kurangnya petugas pemeriksa keamanan di bandara dan meningkatnya volume penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelly Hoggan (Transportation Security Administration/Handout via Reuters) |
Media ternama AS, CNN, menyebut pencopotan Hoggan ini terkait pemeriksaan oleh kongres AS, terhadap salah pengelolaan dalam tubuh TSA. Komisi Pengawasan DPR AS mempertanyakan kenapa Hoggan tetap mendapat bonus ketika pengaturan antrean pemeriksaan keamanan di bandara AS tidak mengalami perubahan lebih baik.
Awal bulan ini, TSA menyatakan akan menambah petugas pemeriksa keamanan di bandara-bandara tersibuk AS. Tercatat sekitar 231 juta penumpang akan terbang dengan berbagai maskapai AS antara Juni-Agustus. Jumlah ini naik sekitar 4 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam memo internal itu, Neffenger menyatakan TSA telah melakukan tugas lebih baik, dengan mengalirkan penumpang melalui pemeriksaan keamanan di Bandara O'Hare Chicago, setelah antrean panjang di bandara tersibuk kedua di AS itu marak menjadi pemberitaan media nasional beberapa pekan lalu.
Neffenger juga menyebut TSA telah membentuk Pusat Komando Nasional untuk setiap insiden di markasnya di Washington, demi melacak operasional pemeriksaan keamanan setiap harinya di bandara-bandara seluruh AS. Pusat komando ini juga bertujuan untuk membantu penempatan personel TSA seusia dengan peningkatan volume penumpang.
Menanggapi informasi ini, juru bicara TSA enggan memberi komentar.
(nvc/asp)












































Kelly Hoggan (Transportation Security Administration/Handout via Reuters)