SMK PGRI 5 Denpasar, Bali, menjadi sorotan setelah foto twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejumlah siswi ramai dikritik di media sosial karena dinilai terlalu vulgar. Pihak sekolah turun tangan melakukan investigasi internal.
Dilansir detikBali, Selasa (14/7/2026), Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati menyebut hasil penelusuran internal menunjukkan sejumlah siswi telah diberikan pembinaan. Pihak sekolah juga sudah meminta para siswi agar mengganti foto twibbon yang menjadi sorotan.
"Memang ada beberapa siswi itu yang (bertanya) 'kenapa emang ada ya aturannya?' Seperti itu, 'emang ada ini kalau seandainya saya nggak ganti seperti itu'. Jadi memang ini akan kami lakukan pemanggilan," kata Nuning saat ditemui di SMK PGRI 5 Denpasar, Senin (13/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuning menjelaskan panitia sebelumnya telah memberikan contoh pembuatan twibbon dan video pengenalan diri sebelum MPLS dimulai. Termasuk arahan agar siswa mengenakan pakaian yang sopan, seperti seragam sekolah lama, kebaya, atau pakaian lain yang tertutup.
Dia menegaskan pihak sekolah tidak pernah mengarahkan siswa-siswi untuk mengenakan pakaian vulgar atau terbuka.
"Tadi pagi juga saya sudah menjelaskan di depan. Begitu juga Badan Pengelola Harian dari kami, SMK PGRI 5 Denpasar. Kalau seandainya memang nanti sore (belum diganti) kami akan evaluasi lagi. Kalau masih kan kami adakan pemanggilan, seperti itu," ucapnya.
Simak selengkapnya di sini.
Lihat juga Video: MPLS Cara Jitu Hapus Bullying di Sekolah










































