Operasi penyelamatan korban dari puing-puing gedung yang ambruk pada Jumat (29/4) malam ini, terus berlanjut. Satu korban selamat berhasil dievakuasi dari reruntuhan pada Sabtu (30/4) dini hari, atau selang 10 jam setelah insiden terjadi.
"Kami telah kehilangan tujuh orang setelah gedung itu ambruk semalam. Kami mendapati 121 orang lainnya berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit," tutur kepala kepolisian Nairobi, Japheth Koome, kepada AFP, Sabtu (30/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Palang Merah Kenya, yang ikut menyisir puing-puing bersama polisi dan petugas penyelamat setempat, menyatakan total 150 kepala keluarga terkena dampak insiden ini. Dua gedung yang ada di dekat lokasi di Huruma ini dinyatakan tidak aman pada Sabtu (30/4) dan penghuninya dievakuasi.
Wakil Gubernur Nairobi, Jonathan Mueke, yang mengunjungi lokasi kejadian menyatakan gedung yang ambruk itu baru berusia 2 tahun. Penyelidikan untuk mencari tahu mengapa gedung itu ambruk, tengah dilakukan.
"Gedung itu ambruk saat hujan deras melanda, tapi kami masih mencari tahu apakah semua prosedur dipatuhi ketika gedung itu dibangun," tegas Mueke.
Gedung itu ambruk setelah Nairobi dilanda hujan paling deras sepanjang musim penghujan di negara tersebut. Hujan deras itu memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Nairobi. Juru bicara Palang Merah Kenya, Arnolda Shiundu, menyebut lokasi kejadian sungguh kacau dan pencarian terus berlangsung.
"Kami tidak tahu ada berapa orang di bawah reruntuhan, tapi kami takut masih ada banyak," ucapnya.
(nvc/try)











































