Korban Tewas Gempa Ekuador Jadi 413 Orang, Termasuk Warga AS

Korban Tewas Gempa Ekuador Jadi 413 Orang, Termasuk Warga AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Apr 2016 11:15 WIB
Korban Tewas Gempa Ekuador Jadi 413 Orang, Termasuk Warga AS
Puing hotel di Manta Ekuador yang ambruk akibat gempa (REUTERS/Henry Romero)
Quito - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi 7,8 Skala Richter (SR) di Ekuador bertambah menjadi 413 orang. Korban tewas ini termasuk sejumlah warga negara asing yang tinggal di Ekuador.

"Kami menghitung korban tewas mencapai 413 orang hingga kini," sebut Kementerian Keamanan Ekuador dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (19/4/2015).

Di antara korban tewas, terdapat sejumlah warga negara asing termasuk dua warga Kanada yang merupakan ibu dan anak, kemudian satu warga negara Amerika Serikat, lima warga Kolombia dan seorang biarawati Katolik asal Irlandia Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengetahui ada satu warga AS yang tewas," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir Reuters.

Secara terpisah, televisi Kuba menyebut ada tiga dokter asal Kuba yang bertugas di Ekuador, juga menjadi korban tewas setelah tertimpa puing gempa. Sementara itu, korban luka-luka dilaporkan mencapai lebih dari 2 ribu orang.

Baca juga: Tertimpa Puing 20 Jam, Bocah Perempuan Berhasil Diselamatkan

Selang dua hari setelah gempa melanda, petugas penyelamat berhasil mengevakuasi sedikitnya empat korban selamat dari puing gempa. Satu korban selamat merupakan seorang anak perempuan yang ditemukan masih hidup setelah terkubur puing selama 20 jam di kota Pedernales. Tiga korban selamat lainnya ditemukan di kota Manta.

Presiden Ekuador Rafael Correa saat mengunjungi kota Pedernales, yang terdampak gempa paling parah, menyatakan jumlah korban tewas masih sangat mungkin bertambah. Correa menyebut gempa ini sebagai tragedi terparah dalam 67 tahun terakhir, sejak gempa bumi di Ambato pada 1949 lalu yang menewaskan 5 ribu orang.

Di sejumlah kota pantai Pasifik, seperti Pedernales, Manta dan Portoviejo, jumlah jasad korban yang terkubur puing diperkirakan cukup banyak. Bau busuk mayat manusia mulai tercium. Petugas penyelamat mengerahkan anjing pelacak untuk menyisir puing-puing.

"Suami saya ada di bawah sana," ucap Veronica Paladines (24) sembari menatap puing-puing sebuah hotel di Manta. Suami Veronica, Javie Sangucho (25) bekerja di hotel sebagai pelukis dan tengah beristirahat di hotel tersebut ketika gempa terjadi.

Baca juga: Kisah Pilu Korban Selamat Gempa Ekuador yang Hampir Kehilangan Harapan

(nvc/ita)


Berita Terkait