Erdogan Gugat Komedian Jerman Terkait Puisi Menghina Dirinya

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 12:10 WIB
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters)
Berlin - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serius soal pernyataannya akan menuntut orang-orang yang menghinanya. Seorang komedian Jerman digugat secara hukum oleh Erdogan karena puisi satire soal Erdogan dalam televisi nasional Jerman.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/4/2016), kantor jaksa publik Jerman di kota Mainz menyatakan, Erdogan telah mengajukan gugatan hukum terhadap komedian bernama Jan Boehmermann melalui sebuah firma hukum setempat, atas tudingan menghina Erdogan.

Boehmermann merupakan pembawa acara late-night 'Neo Magazin Royale' yang ditayangkan stasiun televisi nasional Jerman, ZDF.

Baca juga: Erdogan Akan Terus Tuntut Orang-orang yang Menghinanya

Dalam tayangan edisi 31 Maret lalu, Boehmermann membaca sebuah puisi soal Erdogan. Puisi itu berisi referensi seksual kasar dan tudingan bahwa Erdogan menindas kaum minoritas, juga menganiaya warga Kurdi dan Kristen.

Sebelum membaca puisi itu, Boehmermann menyinggung lagu satire yang disiarkan televisi Jerman lainnya, NDR, yang isinya mengejek Erdogan soal perilaku otoriternya terhadap jurnalis. Tayangan lagu satire itu memicu pemanggilan utusan diplomatik Jerman oleh otoritas Turki, untuk memberi penjelasan. Otoritas Jerman sendiri menolak protes Turki soal lagu satire itu.

Boehmermann menyebut, tayangan NDR itu merupakan bentuk kebebasan seni, kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Sedangkan untuk puisinya, Boehmermann menyebut sebagai contoh kritikan kasar yang mungkin dilarang.

Baca juga: Erdogan Geram Dikuliahi Negara Barat Soal Demokrasi dan Kebebasan Pers

Disebutkan jaksa Jerman, gugatan Erdogan ini akan diperiksa terlebih dahulu sesuai prosedur. Sedangkan jaksa sendiri telah mulai menyelidiki Boehmermann atas kecurigaan kejahatan menghina perwakilan dan pemerintahan negara lain, setelah jaksa menerima lebih dari 20 laporan warga.

Pada Senin (11/4), otoritas Jerman menyatakan pihaknya masih memeriksa permohonan resmi dari otoritas Turki untuk mengadili Boehmermann.

Beberapa waktu lalu, Erdogan dibuat geram oleh media Jerman ternama Der Spiegel yang merilis ulasan mendalam yang mengkritik Erdogan. Ulasan itu mencantumkan karikatur Erdogan, yang disebut Der Spiegel sebagai 'the wild man of the Bosphorus', sedang mengepalkan tangan seperti akan menonjok dengan judul "Teman yang menakutkan: Upaya pemberantasan Presiden Erdogan terhadap kebebasan dan demokrasi."

(nvc/ita)